Hanya berselang setahun dari tragedi Aceh, gempa besar kembali mengguncang Sumatera pada 28 Maret 2005. Gempa ini terjadi di kedalaman 30 km di barat Singkil, Aceh. Akibatnya, lebih dari 1.300 orang meninggal dunia. Ini membuktikan bahwa lempeng di sekitar Sumatera memang sangat aktif.
4. Gempa Yogyakarta M 5,9 (2006)
Meski kekuatannya “hanya” 5,9, gempa yang terjadi pada 27 Mei 2006 ini sangat mematikan. Dalam waktu kurang dari satu menit, lebih dari 5.700 nyawa melayang di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gempa terjadi dini hari dan membuat ribuan rumah rata dengan tanah. Ini jadi bukti bahwa gempa kecil pun bisa sangat fatal jika terjadi di wilayah padat penduduk.
BACA JUGA:Lebih Bahaya yang Mana, Gempa Vulkanik atau Gempa Tektonik? Begini Perbedaannya
5. Gempa Bengkulu M 8,4 (2007)
Tiga tahun setelah Aceh, Bengkulu diguncang gempa besar pada 12 September 2007. Gempa dengan kekuatan 8,4 ini terjadi di lepas pantai dan menyebabkan kerusakan pada lebih dari 20.000 bangunan serta menewaskan puluhan orang. Lempeng Australia dan lempeng Sunda kembali jadi “biang kerok” di sini.
Sejarah mencatat bahwa gempa-gempa besar ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tapi juga trauma mendalam bagi para penyintasnya.
Tapi dari setiap bencana, selalu ada pelajaran. Kita perlu terus belajar, siaga, dan membangun sistem peringatan dini yang lebih baik. Karena, di negeri yang berdiri di atas patahan-patahan bumi, sadar risiko adalah langkah pertama untuk bertahan.
Tianzi Agustin