Fakta Dibalik Perayaan Malam Satu Suro, Malam Sakral dalam Budaya Jawa

Kamis 19-06-2025,16:18 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Selain kepercayaan spiritual, malam Satu Suro juga dikenal memiliki sejumlah larangan. Salah satu mitos malam satu suro yang paling dikenal adalah larangan keluar rumah setlah matahari terbenam.

Hal ini dipercaya untuk menghindari gangguan dari makhluk halus atau roh-roh gentayangan yang aktif di malam tersebut.
Beberapa aktivitas seperti memotong kuku, menjahit, dan menggunakan benda tajam seperti pisau juga dihindari.

Menurut kepercayaan Jawa, tindakan-tindakan tersebut dapat menarik energi negatif dan membuka celah bagi makhluk gaib untuk masuk ke dalam rumah.

BACA JUGA:Pengerukan Pelabuhan Pulai Baai Masih Berlangsung, Pemprov Akan Cek Ulang Kondisi Alur

- Tradisi dan Ritual yang Dilakukan di Malam Satu Suro

Di berbagai daerah Jawa, malam satu suro menjadi momen penting untuk menjalankan sejumlah tradisi dan ritual.

Tradisi seperti sedekah bumi, tahlilan, hingga ziarah kubur dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Masyarakat bi9asnya membawa sesaji seperti bunga, buah, atau makanan ke tempat-tempat suci atau makam sebagai bentuk permohonan berkah dan perlindungan.
Ritual tersebut bukan hanya bentuk kepercayaan, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur dan harapan agar tahun yang baru mmbawa rezeki, kesehatan, dan keselamatan.

BACA JUGA:Keren! BRI Kembali Masuk Dalam Daftar Forbes Global 2000 Tahun 2025, Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia

- Kepercayaan Mistis yang Menyertai Malam Satu Suro

Malam Suro tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan adanya makhluk gaib yang aktif berkeliaran. Banyak orang percaya bahwa pada malam ini, malkluk seperti kuntilanak, tuyul, atau genderuwo lebih mudah menampakkan diri.

Bahkan, beberapa masyarakat mencari “tanda-tanda” dari alam gaib seperti suara anak menangis, angin berdesir aneh, atau derap langkah kuda tanpa wujud.

Meski tidak semua orang mengalami hal-hal mistis tersebut, kepercayaan ini tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya dan mitos malam satu suro.

BACA JUGA:Mantan Bupati Seluma Murman Efendi Dimiskinkan, Rumah, Kuari dan Kebun Sawit Disita Jaksa

Menghargai Warisan Budaya dan Spiritualitas Masyarakat Jawa

Bagi sebagian orang modern, kepercayaan seputar malam Satu Suro mungkin terdengar tidak logis. Namun bagi masyarakat Jawa, ini adalah bagian dari warisan budaya yang harus dihargai dan dijaga.

Kategori :