Tenang tapi Ditakuti, Ini Sosok Ayatullah Khamenei yang Paling Diburu Amerika dan Israel

Sabtu 21-06-2025,12:22 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

Iran hampir berperang langsung dengan Taliban pada 1998 setelah Taliban membantai diplomat Iran di Mazar-i-Sharif.

BACA JUGA:Donald Trump Terus Menggertak Ingin Serang Iran, Israel Merengek Minta Bantuan

3. Perang Irak (2003-2011)

Iran tidak terlibat langsung, tetapi memainkan peran penting dengan mendukung milisi Syiah di Irak seperti Badr Corps dan Kataib Hezbollah, untuk melawan pasukan koalisi pimpinan AS dan mempengaruhi politik Irak pasca-Saddam Hussein.

4. Perang Suriah (2011-sekarang)

Iran menjadi salah satu pendukung utama rezim Bashar al-Assad, mengirim penasihat militer, Pasukan Quds (IRGC), dan mendukung milisi seperti Hezbollah Lebanon.

Iran terlibat dalam pertempuran melawan pemberontak Suriah, ISIS, dan kelompok lain yang didukung AS, Turki, dan negara-negara Teluk.

5. Perang Yaman (2015-sekarang)

Iran mendukung Houthi (Ansar Allah) secara politik, finansial, dan teknologi (termasuk drone dan rudal). 

Tidak terlibat langsung dalam pertempuran, tetapi sangat berperan dalam memperkuat kekuatan Houthi melawan koalisi pimpinan Arab Saudi.

6. Konflik Israel-Iran (Bayangan/Shadow War, 2000-an-sekarang)

Iran terlibat dalam perang bayangan melawan Israel meski tidak langsung turun tangan. Dukungan kepada Hezbollah, Hamas, dan kelompok militan Palestina lain.

Operasi di Suriah melawan Israel. Serangan siber, sabotase, dan serangan terhadap kapal/kapal tanker di kawasan Teluk. Israel sering menyerang posisi Iran di Suriah.

BACA JUGA:Iran Tidak hanya Bikin Israel Ketar-ketir, tapi Amerika Serikat juga Takut, Ini Buktinya

7. Konflik Teluk & Insiden Selat Hormuz (berulang, 2000-an-sekarang)

Iran terlibat dalam berbagai insiden di Selat Hormuz seperti penyitaan kapal tanker. 

Kategori :