Pria Sejati, Iran Tidak Mau Lagi Diatur Soal Nuklir

Jumat 27-06-2025,14:28 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

Araghchi mencatat bahwa, Teheran sebelumnya terlibat dalam negosiasi dengan AS ketika Washington mendukung serangan Israel terhadap Iran dan pada akhirnya melancarkan serangan udara langsungnya terhadap fasilitas nuklir Iran.

“Dalam negosiasi terakhir, mereka mencoba memancing kami untuk menyerahkan hak-hak bangsa kami. Ketika peristiwa tertentu terjadi, mereka memaksakan perang dan membiarkan rezim kriminal Zionis (Israel) untuk melakukan serangan,” ujarnya.

Araghchi menambahkan bahwa AS telah mengkhianati diplomasi selama perundingan. 

Hal itu, kata Araghchi menjadi sebuah pengalaman yang akan memengaruhi keputusan Iran di masa mendatang terkait negosiasi.

“Meski demikian, diplomasi terus berjalan, dan saya masih berkomunikasi dengan beberapa menteri luar negeri,” kata Araghchi.

Menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump tentang pertemuan yang direncanakan dengan Iran minggu depan, Araghchi membantahnya.

BACA JUGA:1 Juli Koperasi Merah Putih Bisa Ajukan Pinjaman Bank, Ini Isi Proposal Pengajuan Pinjamannya

“Belum ada pengaturan apa pun untuk putaran baru pembicaraan tidak langsung dengan AS sejauh ini. Pernyataan mereka penuh dengan kontradiksi,” ucapnya kepada televisi pemerintah.

Sementara itu Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyayangkan penarikan Iran dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). 

"Ini tentu saja sangat disayangkan. Saya berharap hal ini tidak terjadi. Saya pikir ini tidak akan membantu siapapun," sebut Grossi dalam konferensi pers bersama Kanselir Austria Christian Stocker, Wakil Kanselir Andreas Babler, dan Menlu Beate Meinl-Reisinger pada rapat Kabinet Keamanan Austria.

Grossi memperingatkan bahwa hal itu juga menyebabkan “isolasi” terhadap negara terkait dan melemahkan kredibilitas serta efektivitas perjanjian NPT secara serius. 

Mengenai persediaan uranium Iran yang masih tinggi setelah konflik terbaru dengan Israel, Grossi mengatakan "ini merupakan prioritas utama untuk dapat kembali ke lokasi untuk menilai keadaan.

BACA JUGA:Update Terbaru jadwal Pencairan BSU 2025 dari Kemnaker

"Kita harus kembali, dan kembali bersama para pengawas ke tempat-tempat ini tidaklah mudah. Jadi Saya akan berusaha terlibat kembali dengan mereka secepatnya," sebut Grossi.

Pernyataan Grossi disampaikan setelah parlemen Iran pada Rabu pagi menyetujui penangguhan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB tersebut, satu hari setelah gencatan senjata yang diusulkan AS dengan Israel mulai berlaku.

"Organisasi Energi Atom Iran akan menangguhkan kerja samanya dengan Badan Energi Atom Internasional hingga keamanan fasilitas nuklir kami terjamin," kata Mohammad Bagher Ghalibaf, juru bicara parlemen.

Kategori :