MUKOMUKO, RBTVDISWAY.ID - Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Wilayah Kabupaten Mukomuko, kasus stunting tahun 2024 lalu diangka 27,1%. Masih sangat jauh dari target nasional karena saat ini masih berada diangka 14%.
Untuk tahun 2025 ini jumlah balita di Mukomuko mencapai 12.180 jiwa, sedangkan yang terkategori stunting sebanyak 482 balita.
Saat ini kasus stunting di Mukomuko telah ditangani dengan baik, meski tenaga kesehatan yang ada belum mencukupi. Hasil pengukuran terhadap 10.673 balita itu tercatat prevalensi stunting sebesar 4,52%.
BACA JUGA:Pelaku Usaha yang Berencana Ajukan KUR BSI 2025, Siapkan Syarat dan Simak Angsuran Berikut
Angka ini mencerminkan masih adanya tantangan serius dalam pemenuhan gizi anak usia dini di Kabupaten Mukomuko.
Langkah Dinas Kesehatan yaitu mengaktifkan posyandu dan sosialisasi agar msyarakat membawa bayi dan balita ke posyandu.
Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menurunkan angka stunting hingga berada dibawah target nasional.
Dikatakan Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Meilan Kurniati, data ini akan menjadi dasar dalam menetapkan langkah prioritas. Wilayah dengan tingkat stunting tinggi akan menjadi prioritas intervensi.
Pihaknya akan melaksanakan edukasi gizi, memperketat pemantauan tumbuh kembang anak serta mendorong perbaikan pola makan keluarga.
“Tahun 2024 sudah keluar hasil ata survey dari SKI tahun 2023 lalu kita diperingkat nomor 9 terakhir di 27,1%, sementara hasil survey 2024 ada sebesar 22,0. Berarti kita udah turun sekitar 5,1%. Ini sudah jauh turun dari yang kamarin di 2023 dan sudah merupakan penurunan ke dua terbaik se Provinsi. Tetapi ini memang masih jauh dari harapan yang minimal 14%. Besok kita akan turunkan,” ungkap Meilan Kurniati.