Gawat!!! PNS di Jawa Barat Tidak Bisa Ajukan Pinjaman Bank karena Hal Ini
Ada beberapa alasan seorang PNS tidak bisa mengajukan pinjaman bank--
BACA JUGA:2 Cara Pinjam Uang di BCA, Solusi Keuangan Aman dan Cepat
Setelah menyiapkan kelengkapan berkas persyaratan, perhatikan kejelasan foto dokumen, seperti KTP, NPWP, atau slip gaji.
Hindari foto yang blur hingga tulisan tidak terbaca, karena berakibat pada penolakan pengajuan. Potret ulang jika Anda ragu dengan kualitas foto berkas sampai terlihat jernih.
Sebagian platform fintech pendanaan akan memberi notifikasi jika berkas persyaratan Anda kurang jelas untuk segera diperbaiki.
3. Jumlah Pinjaman Melebihi Limit
Faktor ini tak kalah penting dan sering kali terjadi juga.
Jumlah pinjaman dana yang melebihi limit berpotensi ditolak oleh platform fintech pendanaan. Mengapa? Berbeda dengan pinjaman melalui bank atau lembaga lain, pinjaman online melalui fintech pendanaan memberlakukan limit yang lebih rendah.
Penentuan limit disesuaikan dengan kapasitas keuangan calon peminjam dana yang dilihat dari slip gaji, bukti penghasilan, maupun riwayat kredit.
Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, periksa limit platform yang bersangkutan, dan ajukan sesuai dengan maksimal limit yang ditentukan.
4. Pekerjaan atau Pendapatan Tidak Stabil
Stabilitas pekerjaan maupun pendapatan calon peminjam dana menjadi tolak ukur penyedia jasa fintech pendanaan.
Dengan kondisi tersebut, artinya Anda akan membayar pinjaman tepat waktu dan tanpa masalah ke depannya. Di beberapa bank, terdapat syarat setidaknya telah bekerja selama 1 tahun.
Apabila terjadi perpindahan tempat kerja kurang dari satu tahun, persetujuan pengajuan cukup sulit nantinya.
Namun, apabila Anda seorang freelancer atau pengusaha, pastikan untuk menyediakan berkas keuangan misalnya bukti pajak atau pendapatan lainnya.
BACA JUGA:Tabel Angsuran Kredit Toyota Yaris 2025, Bayar Segini Tiap Bulan
5. Nama Pemilik Rekening dan Peminjam Tidak Sama
Adanya perbedaan nama rekening dan peminjam juga kadang dianggap berisiko yang besar bagi fintech atau penyedia layanan pinjaman. Pasalnya, tak jarang terjadi trik penipuan yang menggunakan modus pemalsuan data.
Kasus ini sering kali terjadi pada pasangan suami istri, misalnya, pinjaman dana dilakukan atas nama suami, tetapi rekening yang tercantum atas istri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


