Akhir Juli 2025, Distan Mukomuko Target Tanam Padi Gogo di Lahan 50 Hektare
tanaman padi--
MUKOMUKO, RBTVDISWAY.ID – Mendukung program swasembada ketahanan pangan melalui penanaman padi gogo, Dinas Pertanian Kabupaten MUKOMUKO sebelumnya telah mengusulkan calon petani dan calon lokasi (CPCL) seluas 336 hektare.
Luasan lahan itu tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Air Manjuto, Malin Deman, Sungai Rumbai, dan Selagan Raya.
BACA JUGA:50 Unit Ambulans Gratis dari Gubernur Bengkulu Segera Tiba, Siap Disalurkan ke Desa
Dari 336 hektare CPCL yang telah diusulkan, benih yang baru diterima oleh Dinas Pertanian dari pemerintah pusat yakni untuk 188 hektare.
Bantuan benih itu didistribusikan di dua kecamatan, yaitu Malin Deman untuk lahan seluas 65 hektare, dan Air Manjuto dengan lahan 123 hektare. Sementara untuk dua kecamatan lainnya masih menunggu benih dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Fitriani Ilyas--
Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko menargetkan, di bulan Juli 2025 penanaman padi gogo akan dilakukan di lahan seluas 50 hektare milik petani yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Selagan Raya 20 hektare dan Kecamatan Malin Deman seluas 30 hektare.
Adapun bibit padi gogo yang digunakan merupakan varietas Kuku Balam yang disiapkan langsung oleh pemerintah pusat, sehingga para petani tidak perlu menanggung beban biaya pengadaan benih.
Untuk penanaman per hektare, diperkirakan memerlukan sebanyak 20 kilogram bibit padi gogo.
Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriani Ilyas, bahwa padi gogo dipilih karena jenis padi ini lebih adaptif terhadap kondisi lahan kering dan tidak membutuhkan irigasi teknis secara intensif.
BACA JUGA:Kalau sedang Stres Obatnya Bukan Nyemil atau Shoping, Ini 9 Makanan yang Disarankan saat Stres
Sehingga cocok untuk ditanam di sawah tadah hujan yang kerap mengalami kekurangan air di musim tanam.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi padi di Mukomuko, sekaligus memberikan semangat baru bagi petani dalam mengolah lahan secara optimal, meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan sumber air.
“Nah, untuk yang sisanya, kita masih menunggu proses penanaman dari kelompok kami. Kesiapan mereka, artinya mereka menunggu hujan. Insyaallah kalau cuaca sudah bagus, sudah ada hujan, mereka bisa menanam,” ujar Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Fitriani Ilyas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



