Rokok Elektrik Kian Digemari, Hati-hati Ini 9 Efek Sampingnya Bagi Kesehatan
Efek Samping Rokok Elektrik --
BACA JUGA:Kabar Penting untuk Lulusan CPNS Seluma, Ini Jadwal Pembagian SK CPNS
3. Meningkatkan Risiko Asma dan PPOK
Efek samping rokok elektrik yang ketiga dapat meningkatkan risiko asma dan PPOK. Katanya, paparan vape dapat memperburuk masalah pernapasan yang sudah ada seperti asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau bahkan memicu kondisi tersebut pada orang yang sebelumnya sehat.
4. Menurunnya Imunitas Paru
Selanjutnya dapat menurunkan imunitas paru, paparan uap kimia secara rutin bisa melemahkan sistem kekebalan di paru-paru, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan, termasuk infeksi virus seperti COVID-19.
BACA JUGA:Realme C71 Resmi Meluncur, Punya Baterai Jumbo hingga 6300mAh, Segini Harganya
5. Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Nikotin dalam bentuk cair tetap berbahaya bagi sistem kardiovaskular. Ia bisa meningkatkan tekanan darah, detak jantung, serta merusak lapisan pembuluh darah yang semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan pembekuan darah.
6. Potensi Kanker
Walau tidak menghasilkan tar, vape tetap mengandung senyawa karsinogen seperti formaldehida, asetaldehida, akrolein, serta logam berat (nikel, timbal, kromium) yang bisa merusak DNA sel dan memicu berbagai jenis kanker.
BACA JUGA:Waduh! Sampai Juni 2025 ini Sudah 106 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) Terjadi di Seluma
7. Kerusakan Mulut dan Gigi
Zat kimia dari uap vape bisa merusak jaringan gusi, menyebabkan peradangan, bau mulut kronis, infeksi jamur, dan mempercepat kerusakan gigi. Mikroflora alami mulut juga bisa terganggu akibat penggunaan vape.
8. Risiko pada Ibu Hamil dan Janin
Nikotin dapat menembus plasenta dan mengganggu perkembangan otak serta organ janin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


