Jangan Dianggap Diremeh, Ini Bahaya Self Diagnose untuk Kesehatan Mental
Bahaya Self Diagnose--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Di zaman serba digital dan modern ini, keterbukaan informasi seperti saat ini nyatanya sudah membuat kesadaran akan kondisi kesehatan mental di kalangan masyakat, terutama generasi muda semakin meningkat.
Akan tetapi, ada tantangan baru yang timbul yakni self diagnose.
Self diagnosis adalah salah satu tindakan mendiagnosis terhadap kondisi kesehatan mental dan fisik yang dilakukan pada diri sendiri tanpa berkonsultasi pada dokter, psikolog, atau psikiater.
Umumnya, beberapa orang melakukan hal ini karena ingin mengetahui apa yang sedangn terjadi pada dirinya sesegera mungkin.
BACA JUGA:Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin, 21 Juli 2025, Siapa Paling Beruntung?
Secara instingtif, self diagnosis adalah seseorang yang terdorong untuk mengaitkan apa yang sedang dirasakan atau alami dengan apa yang diketahui.
Dalam hal ini adalah pengetahuan seputar gangguan kesehatan ataupun penyakit yang dibacanya dari berbagai sumber di internet. Tentu saja self diagnosis dapat berbahaya bagi diri sendiri.
Melansir dari kanal YouTube @Teduh, seorang psikolog, Shabrina Audinia menjelaskan, jika self diagnosis ini cenderung dilakukan ketika kita melihat kalimat yang mungkin seakan nyata terhadap dirinya.
BACA JUGA:Hasil Razia Satpol PP Mukomuko: Mayoritas Tempat Karaoke Bisnis Minuman Keras Kadar Alkohol Tinggi
Lantas, apa bahayanya self diagnosis?
Shabrina Audinia menjelaskan, ketika seseorang mendiagnosis dirinya terhadap gangguan tertentu, bisa jadi ini adalah langkah mengamini hal-hal yang tidak terjadi pada dirinya.
Lebih lanjut, Shabrina Audinia mengatakan jika hal ini bisa jadi juga seseorag yang mempersepsikan sesuatu secara berlebihan dibandingkan dengan apa yang dimaknai.
Misalnya, seseorang yang merasa suasana hatinya sedang naik turun, dikatakan Shabrina Audinia, pada umumnya ini merupakan hal yang wajar. Namun, ketika ia membaca suatu diagnosis mengenai bipolar, dan melihat bahwa ini adalah hal yang seperti terjadi pada dirinya.
Nah, hal ini justru adalah suatu mula ia membatasi terhadap potensi yang dimiliki. Padahal, ada beberapa hal yang sbenarnya mampu ia lakukan.
Jadi, untuk menghindari hal ini, jika ssahabat Camkoha merasa ada gangguan, merasa ada kesamaan terhadap beberapa yang dibaca di sosial media, maka baiknya langsung konsultasikan kepada ahli profesional seperti psikolog atau psikiater untuk memvalidasi terhadap apa yang kita pikirkan.
BACA JUGA:HUT IAD ke-25, Kejari Mukomuko Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Masyarakat
Bahaya Self Diagnosis
Sementara itu, melansir dari sumber lain, bertindak gegabah dengan mencoba mendiagnosis diri sendiri bisa berpotensi menyebabkan beberapa hal buruk, berikut ini diantaranya:
1. Penyakit Asli Tidak Terdeteksi
Saat melakukan self diagnosis, sahabat Camkoha akan mencocok-cocokkan gejala yang dialami dengan informasi mengenai daftar gejala sebuah penyakit yang berada di internet.
Nah, yang perlu diketahui, terkadang satu gejala bisa berkaitan dengan beberapa jenis penyakit. Jadi, peluang untuk salah diagnosis cukup besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



