Dedy Wahyudi: Jika Masuk Kategori Ini, Maka Tak Layak jadi Kepala OPD, 2025 Jangan Ada Silpa
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat rapat evaluasi anggaran --
BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dengan tegas dan keras menyampaikan jika ada kepala OPD yang takut menggunakan anggaran dan tak membelanjakan anggaran yang sudah dirancang, maka kategori orang yang tak cocok menjadi kepala OPD.
BACA JUGA:Ada Aplikasi DANA di HP, Sudah Tahu Belum Cara Pinjam Uang di DANA Langsung Cair
Hal itu langsung disampaikan Wali Kota Bengkulu Dedy di dalam rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA), Rabu 30 April 2025.
"Memang dalam perjalanan itu mungkin ada hal-hal tak terduga seperti keterbatasan tenaga kerja untuk PPTK. Maka itu, Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) ini dievaluasi. Misal ada yang tidak mau jadi bendahara karena takut mengelola keuangan seperti ini, kita cari yang lain, kita bantu. Tapi misal ada Kepala OPD tidak mau belanja karena takut, berarti beliau tidak cocok menjadi kepala OPD," kata Dedy.
BACA JUGA:Tabel KUR BNI 2025, Pinjaman Rp 30 Juta, Angsuran Bulanan hanya Rp 500 Ribuan
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi secara tegas meminta serapan anggaran tahun 2025 harus terserap maksimal dan tidak boleh ada silpa.
"Anggaran tahun 2025 wajib semuanya terserap. Persiapkan dari sekarang, jangan waktu last minute (menit terakhir) di Triwulan III atau IV, nanti semuanya menumpuk. Untuk di Kota Bengkulu, saya tegaskan tidak boleh ada Silpa," lanjutnya.
Dedy sangat menyayangkan ada beberapa OPD dan Kelurahan yang tidak melakukan penyerapan anggaran, dalam artian gagal untuk menggunakan dana yang telah dialokasikan dalam anggaran.
"Ada OPD, 2 tahun nongkrong dana di sana. Ada juga kelurahan tidak membelanjakan sama sekali," jelasnya.
Hal ini tentu tidak sejalan dengan upaya Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing untuk memajukan Kota Bengkulu.
"Saya ingin sprint, yang mau berlari ayo ikut, yang tidak mau jangan menghalangi, apalagi sampai narik dari belakang," tuturnya.
BACA JUGA:Adakah Koleksimu, 11 Uang Kuno di Indonesia Ini Harganya Paling Mahal dan Dicari Kolektor
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


