TOPO LELONO
TOPO LELONO--Foto:ist
Berhentilah sejenak dari mengejar dunia. Keluarlah dari kenyamanan. Datangilah manusia. Ajak mereka mengenal Allah. Perbaiki diri sepanjang perjalanan. Dan jangan kembali sebelum hati kembali menemukan arah.
Karena perjalanan yang paling penting bukanlah perjalanan dari Bengkulu ke Solo, bukan dari satu kota ke kota lain. Perjalanan yang paling penting adalah perjalanan:
dari lalai menuju ingat,
dari jauh menuju dekat,
dari cinta dunia menuju cinta Allah,
dari kehidupan yang kosong menuju kehidupan yang bermakna,
dan akhirnya dari dunia menuju perjumpaan dengan Allah.
Topo lelono bukan sekadar perjalanan kaki. Ia adalah perjalanan hati. Dan pada ujung perjalanan itu, semoga kita semua sampai pada satu kalimat yang menjadi awal sekaligus akhir kehidupan seorang Muslim:
LĀ ILĀHA ILLALLĀH, MUḤAMMADUR RASŪLULLĀH.
Bengkulu, 27 September 2026
Saeed Kamyabi
Rendra aditya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
