Mantan Asisten Patrick Kluivert Buka Suara Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026
Mantan Asisten Patrick Kluivert --
Pastoor kemudian menyinggung soal proyek jangka panjang yang sempat dijanjikan PSSI di awal kontrak.
Menurutnya, ada tiga poin utama dalam kesepakatan kerja sama antara federasi dan tim pelatih asal Belanda tersebut.
Namun sayangnya, semua rencana itu buyar hanya karena satu target utama gagal dicapai.
“Ada tiga hal yang disepakati sejak awal. Pertama, tentu saja impian besar menuju Piala Dunia. Kedua, mengembangkan tim muda lewat kerja sama dengan Vanenburg dan Van Kempen untuk merekrut pemain potensial di level U-23 dan U-20. Ketiga, membangun fondasi jangka panjang agar sepak bola Indonesia punya lebih banyak pemain kompetitif di masa depan.”jelasnya
BACA JUGA:Ini Daftar Calon Kepala 18 OPD di Pemprov Bengkulu, Proses Seleksi Memasuki Tahap Akhir
Sayangnya, proyek yang seharusnya dijalankan secara bertahap itu kandas begitu saja setelah hasil buruk di kualifikasi. Bagi Pastoor, keputusan pemutusan kontrak dini itu menunjukkan bahwa harapan jangka panjang berubah menjadi tekanan hasil instan.
“Saya tidak kaget dengan pemecatan itu. Dunia sepak bola memang seperti itu. Tapi saya pikir, yang kami kerjakan seharusnya menjadi proyek yang lebih panjang daripada sekadar kejar hasil singkat,” ucapnya.
Meski pengalaman di Indonesia berakhir lebih cepat dari rencana, Pastoor mengaku meninggalkan kesan mendalam.
Ia menilai, smnagat dan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di Indonesia luar biasa besar.
Bahkan di awal masa kepelatihannya, sambutan publik terasa hangat dan penuh harapan.
“Ada gairah besar terhadap sepak bola di sana. Antusiasme itu luar biasa, dan pada awalnya, kami merasa sangat diterima,” katanya mengenang.
Namun seiring hasil buruk yang datang berturut-turut, suasana mulai berubah. Tekanan publik meningkat, atmosfer jadi negatif, dan akhirnya keputusan pemutusan kontrak dianggap jadi jalan terbaik bagi semua pihak.
“Ketika suasana sudah begitu negatif, tentu Anda harus bertanya pada diri sendiri, atmosfer seperti apa yang akan dihadapi selanjutnya,” tambahnya.
Pastoor juga menegaskan, ia masih berhubungan baik dengan Patrick Kluivert dan timnya. Bahkan, ia memberi sinyal kemungkinan mereka masih akan bekerja bersama di masa depan.
“Saya sempat berbicara dengan agen Patrick. Mereka sedang menyusun rencana baru. Bukan tak mungkin kami akan bekerja sama lagi,” tuturnya menutup wawancara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


