Iklan RBTV

Heboh Hujan Katak di Brazil Diluar Prediksi BMKG, Berapa Lama Katak Bisa Bertahan di Udara Sebelum Jatuh?

Heboh Hujan Katak di Brazil Diluar Prediksi BMKG, Berapa Lama Katak Bisa Bertahan di Udara Sebelum Jatuh?

Berapa lama katak bisa bertahan di udara sebelum jatuh ke daratan?--

NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Jika hujan air bisa diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), namun bagaimana dengan hujan hewan? Apakah bisa BMKG memprediksinya?

Hujan hewan selalu menjadi misteri bagi banyak orang, dari mana asal hewan-hewan tersebut, bagaimana bisa terjadi hujan hewan, apakah ada keterkaitannya dengan akhir zaman, dan lain sebagainya ini selalu menjadi pertanyaan.

Seperti baru-baru ini, hujan katak di Brazil pada Oktober 2025 lalu, membuat banyak orang mencari tahun dan ingin memecahkan apa yang menjadi penyebabnya.

Namun berdasarkan penjelasan ilmuwan, hujan katak ini terjadi antaran adanya tornado air (waterspout) atau angin puting beliung yang kuat di atas permukaan air. 

Putaran angin ini dapat menyedot hewan-hewan seperti katak dan kemudian membawanya dalam jarak jauh sebelum akhirnya menjatuhkannya bersama hujan.

BACA JUGA:Hujan Katak di Brazil, Ini 10 Fenomena Alam yang Bikin Ahli Bingung, Pertanda Terjadi Gempa?

Lantas, muncul pertanyaan lain berapa lamakah katak bisa bertahan hidup di udara setelah tersedot angin puting beliung kemudian jatuh lagi ke bumi? Seperti diketahui, katak yang memiliki kulit yang licin ini tidak bisa bertahan hidup lama di udara.

Hal ini tentu saja karena kulit mereka yang rentan terhadap dehidrasi. Meskipun katak dewasa memiliki paru-paru dan bisa bernapas di udara, namun mereka sangat bergantung pada kelembapan dan air untuk bertahan hidup.

Selain itu waktu bertahan hidup katak di udara juga bervariasi tergantung spesies, namun sebagian besar tidak bisa lebih dari beberapa menit hingga satu hari tanpa air yang cukup.

Seperti dijelaskan dibeberapa artikel, jika katak dapat menempuh jarak yang sangat jauh dalam pusaran puting beliung. Puting beliung dapat bergerak melintasi ratusan atau ribuan mil, meskipun itu sangat jarang. 

Jadi akan lebih umum bagi katak untuk melakukan perjalanan hanya beberapa mil sebelum jatuh ke tanah. Selain itu, katak yang terhempas dari udara ke daratan juga sangat berpotensi untuk mencederai hewan amfibi itu sendiri. Sebab, tekstur katak tidaklah keras, badannya yang lembut dan tulangnya yang juga tidak besar.

BACA JUGA:Geger Hujan Katak di Brazil, tapi Apakah Aman Kalau Dimakan? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Penyebab Hujan Katak

Sebenarnya ada penjelasan yang cukup sederhana untuk fenomena hujan katak, ini melibatkan angin puyuh dan makhluk berbobot rendah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait