Iklan RBTV

Viral Fenomena Turun Hujan Katak dari Langit Brazil, Berapa Kecepatan Melompat Seekor Katak?

Viral Fenomena Turun Hujan Katak dari Langit Brazil, Berapa Kecepatan Melompat Seekor Katak?

--

NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID -  Fenomena hujan katak di Brazil beberapa pekan lalu berhasil mengalihkan perhatian banyak orang ke hewan lunak satu ini.

Hujan katak di Brazil merupakan bukti bagaimana kuasa tuhan dalam menjelaskan mengenai sesungguhnya apa yang tidak mungkin bagi manusia akan tetap berlaku bagi-NYA.

Bukan pertama kali, sebelum di Brazil diketahui juga ada beberapa negara lainnya yang juga pernah dihujani oleh katak, diantaranya adalah negara Jepang, Amerika Serikat dan Serbia.

Diketahui, katak adalah salah satu hewan yang termasuk dalam golongan amfibi, yakni dapat hidup di dua alam, darat dan air. Katak bukanlah jenis hama, melainkan sebaliknya katak banyak digunakan mesyarakat terutama petani untuk membasmi hama.

Meskipun tidak banyak yang menyukai hewan satu ini lantaran baunya yang sering dianggap amis serta tekstur kulitnya yang lici, dan suaranya yang kerap mengganggu. Namun rupanya hewan satu ini dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan.

BACA JUGA:Profil Hery Gunardi, Putra Bengkulu yang Diangkat Jadi Dirut BRI Gantikan Sunarso

Lantas, berapakah kecepatan katak saat berjalan atau melompat? Untuk bisa sampai pada tujuannya, katak bukanlah seperti hewan lain pada umumnya yang bergerak dengan cara berjalan. Namun amfibi satu ini bergerak dengan cara melompat.

Untuk itu, kecepatan lompatan katak pun tergolong bervariasi, tetapi kecepatan lepas landas rata-ratanya berkisar antara 1,5 hingga 2,4 meter per detik (m/s) dan kecepatan puncaknya bisa mencapai 1,9 hingga 2,9 (m/s). 

Lompatan ini didukung oleh otot kuat di kaki belakang yang memungkinkannya melompat dengan gaya yang bisa melebihi 400 kali gravitasi. 

Lalu, berapa lamakah katak bisa bertahan hidup di udara? Katak adalah hewan yang memiliki tekstur kulit yang licin. Sehingga hewan ini tidak akan bisa bertahan hidup lama di udara. Hal ini tentu saja karena kulit mereka yang rentan terhadap dehidrasi. 

BACA JUGA:Fenomena Tak Biasa tapi Nyata, Ini Negara-negara yang Terjadi Hujan Ikan

Meskipun katak dewasa memiliki paru-paru dan bisa bernapas di udara, namun mereka sangat bergantung pada kelembapan dan air untuk bertahan hidup.

Selain itu waktu bertahan hidup katak di udara juga bervariasi tergantung spesies, namun sebagian besar tidak bisa lebih dari beberapa menit hingga satu hari tanpa air yang cukup.

(Putri Nurhidayati)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait