Iklan RBTV

Merasa Tidak Melakukan Kesalahan, Sumardi Ajukan Pembatalan PAW

Merasa Tidak Melakukan Kesalahan, Sumardi Ajukan Pembatalan PAW

Merasa Tidak Melakukan Kesalahan, Sumardi Ajukan Pembatalan PAW--Foto: ist

BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Menindak lanjuti dengan adanya pengajuan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terhadap dirinya.

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi menegaskan akan mengajukan sanggahan atas surat pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diajukan Fraksi Partai Golkar terhadap dirinya sebagai unsur pimpinan DPRD Provinsi.

BACA JUGA:DPP Partai Golkar Kirim Surat PAW Ketua DPRD Provinsi Bengkulu 

Sumardi juga mengakui jika dirinya saat ini sudah menerima surat pengajuan tersebut, namun dirinya yang mengetahui dengan adanya surat pengajuan PAW itu tidak akan tinggal diam dengan cara mengajukan sanggahan dan meminta Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk membatalkan rekomendasi tersebut.

BACA JUGA:Restorative Justice, Bayu Lepas dari Jerat Pidana Berkat Nurani Jaksa

“Ya menang ada surat masuk. Tapi saya akan menyanggah dan menggugat agar Ketua Umum membatalkan rekomendasi itu. Saya tidak pernah mendapat teguran, baik SP1, SP2, maupun SP3. Loyalitas dan dedikasi saya terhadap partai selalu saya jaga,” tegas Sumardi.

BACA JUGA:Perbakin Bengkulu Target 4 Atlet Raih Medali Emas di POPNAS 2025

Bahkan menurutnya, ia tidak pernah melakukan pelanggaran terhadap AD/ART maupun kode etik partai sehingga dirinya harus gantikan. Oleh karenanya dirinya menegaskan akan mempertanyakan landasan dan alasan politik sehingga dirinya diusulkan PAW oleh Fraksi Partai Golkar.

BACA JUGA:MANTAP!!! Bengkulu Dinobatkan Sebagai Provinsi Paling Terampil ke-2 Tahun 2025

“Bahkan hingga saat ini saya belum tau alasan diusulkannya PAW itu. Karena selama ini saya menjalankan amanah partai dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

BACA JUGA:Breaking News! Warga Desa Simpang Seluma Utara Dilaporkan Hanyut

Langkah Sumardi itu menandai babak baru tarik-menarik kepentingan di tubuh Golkar Bengkulu, menyusul dinamika internal yang saat ini tengah dalam proses penyusunan kepengurusan baru 2025-2030.

Kini, publik menanti langkah lanjutan dari DPP Partai Golkar terkait sanggahan yang diajukan Sumardi. Polemik ini pun menjadi sorotan politik hangat di lingkungan parlemen Bengkulu.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: