Tabut, Kekayaan Budaya Bengkulu yang Tercatat hingga Belanda, Ini Sejarah dan Tahapan Ritualnya
Festival Tabut, budaya Bengkulu yang telah mendunia dan digelar setiap 1-10 muharram --
BENGKULU, RBTVDISWAY.ID – Tidak lama lagi, Festival Tabut Kembali digelar di Kota Bengkulu. Tidak hanya sebatas festival, dalam event kebudayaan tahunan ini juga ada beberapa prosesi sacral Tabut.
Rangkaian event tabut dimulai pada 1 Muharram dan tahun ini jatuh pada tanggal 27 Juni 2025.
Tabut merupakan salah satu tradisi masyarakat Bengkulu untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang syahid di Padang Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 680 Hijriah. Upacara ini juga dikenal sebagai Festival Tabut.
Dikatakan oleh Kepala Kerukunan Keluarga Tabut (KKT), Achmad Syiafril, karena Imam Husein mati syahid dalam menegakkan kalimat tauhid, maka diperingatilah dengan media yaitu tabut dan doll.
BACA JUGA:Wagub Mian Obeservasi ke SMAN 10 Pentagon di Kabupaten Kaur, Kondisi Sarpras Sekolah Miris
Doll ini sebagai symbol genderang perang, yang kemudian saat ini menjadi bagian dari kesenian Bengkulu.
“Kata kunci dari tabut adalah mengenai Imam Husein yang mati syahid di Padang Karbala dalam menegakkan kalimat tauhid,” kata Achmad Syiafril.
Kemudian, untuk kata kunci yang kedua adalah untuk mengenang kejayaan Islam yang terjadi pada abad ke-7 dan ke-13. Kata kunci ketiga adalah untuk menyongsong tahun baru Hijriah.
“Tabut ini sudah mendunia sejak tahun 1988, tercatat di Belanda,” kata Achmad Syiafril.
BACA JUGA:7 Larangan di Bulan Suro, Jangan Coba-coba Dilanggar
Ritual Sakral Tabut 2025
Tabut diawali dengan ziarah Imam Husein pada satu malam sebelum malam tanggal 1 Muharram yang dilakukan di Padang Karbala Bengkulu.
Yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan doa meminta selamat di keesokan harinya menjelang malam 1 Muharram.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


