Harga Diri Donald Trump Semakin Runtuh, Menlu Iran Terang-terangan Marah kepada Trump
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang berani memarahi Donald Trump--
INTERNASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump belum bisa mengerem omongannya. Dia masih sering berbicara kasar dan ceplas-ceplos.
Akibatnya, harga dirinya semakin runtuh. Rasa hormat kepada Trump juga semakin menipis sehingga banyak pejabat dunia yang berani dengan terang-terangan balas marah kepada Trump.
Seperti yang dilakukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan pernyataan pedas untuk Donald Trump. Penyebabnya lantaran sebelumnya Trump berucap sembarangan mengenai pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
BACA JUGA:Israel Kapok Anggap Enteng Iran, Kali Ini Siapkan Rencana Lebih Matang untuk Serang Iran
Araghchi menegaskan jika Trump terus tidak sopan pada Khamenei, tidak akan ada kesepakatan yang terjalin antara AS dan Iran.
"Jika Presiden Trump benar-benar ingin kesepakatan, dia harus mengesampingkan nada tidak sopan dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pengikutnya yang tulus," kata Araghchi dalam unggahan di X.
Araghchi menekankan Iran menghargai kemerdekaannya dan tidak akan pernah membiarkan siapa pun menentukan takdir mereka.
"Rakyat Iran yang hebat dan berkuasa, yang menunjukkan kepada dunia bahwa rezim Israel tidak punya pilihan selain lari ke 'Ayah' untuk menghindari dihancurkan oleh rudal kami, tidak menerima ancaman dan hinaan," tulis Araghchi.
BACA JUGA:Iran Istirahat, Giliran Houthi Yaman Serang Israel, Pemanasan Kirim Satu Rudal ke Wilayah Beersheba
"Jika ilusi mengarah pada kesalahan yang lebih buruk, Iran tidak akan ragu untuk mengungkap kemampuan nyatanya, yang pasti akan mengakhiri delusi apa pun tentang kekuatan Iran," imbuh Araghchi.
Pernyataan Araghchi ini dilontarkan setelah Trump mengumumkan bahwa ia tak lagi berniat meringankan sanksi terhadap Iran usai Khamenei menyatakan negaranya meraih kemenangan melawan Israel dan AS.
"Mengapa yang disebut 'Pemimpin Tertinggi' Ayatollah Ali Khamenei dari Negara Iran yang dilanda perang mengatakan dengan begitu terang-terangan dan bodoh bahwa ia memenangkan perang melawan Israel di saat ia tahu pernyataannya adalah kebohongan," tulis Trump di media sosialnya, Truth Social.
BACA JUGA:Pria Sejati, Iran Tidak Mau Lagi Diatur Soal Nuklir
"Sebagai orang yang sangat beriman, ia tidak seharusnya berbohong," lanjut Trump.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


