Serba-serbi Festival Tabut 2025, Nelayan TPI Pondok Besi Buat Telong-telong Bentuk Naga
Nelayan TPI Pondok Besi Buat Telong-Telong Bentuk Naga --
BENGKULU, RBTVDISWAY.ID - Para nelayan di TPI Pondok Besi Kota BENGKULU, tengah menyelesaikan pembuatan telong-telong bentuk naga, yang akan dilombakan di ajang Festival Tabut 2025.
Semarak Festival Tabut tahun ini tidak ketinggalan akan diisi perlombaan dan penampilan seni yang dikenal dengan telong-telong.
BACA JUGA:Rekomendasi Penginapan Murah di Bogor 2025! Liburan Nyaman, Harga Aman
Saat ini, para pengrajin telong-telong di Kota Bengkulu mulai intensif mempersiapkan hasil karya. Seperti yang dilakukan para nelayan di TPI Pondok Besi Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.
Sejak awal Juni lalu, mereka telah memulai proses pembuatan telong-telong. Berbeda dengan tahun sebelumnya karakter burung garuda, tahun ini nelayan TPI Pondok Besi memilih karakter telong-telong naga yang dipadupadankan dengan perahu.
BACA JUGA:Abu Nawas Berhasil Mengungkap Kasus Pencurian, Pelakunya Terperdaya dengan Kecerdikan Abu Nawas
Disampaikan salah seorang pengrajin, Darmansyah, untuk proses pembuatan sudah 50 persen, dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.
Telong-telong dengan karakter naga dipadukan dengan perahu ini, berbahan dasar bambu dan plastik warna-warni merah, putih, kuning dan hijau. Dibuat para nelayan secara bergotong royong pada siang atau malam hari.
Telong-telong ini memiliki ukuran panjang 10 m dan tinggi 4m. Sementara itu, untuk biaya pembuatan didapatkan dari sumbangan para anggota secara sukarela.
BACA JUGA:Harga Diri Donald Trump Semakin Runtuh, Menlu Iran Terang-terangan Marah kepada Trump
Ditambakan Darmansyah, pembuatan telong-telong ini sebagai ajang kreativitas yang akan terus dilestarikan setiap tahunnya. Karenanya ke depan ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bantuan dana.
“Harapannya untuk tahun depan, pemerintah bantulah kami untuk dana pembuatannya. Kini ni ngga ada, ini sumbangan dari dana pribadi masyarakat yang mau karena acara ini setahun sekali,” ujar Darmansyah.
BACA JUGA:Presiden Soekarno Simpan Emas 57 Kilogram di Swiss, Sudah Ditemukan?
Dian Maya Erika
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


