Mitos Masa Kecil yang Melekat di Sumatera Barat dan Maknanya

Kamis 23-07-2026,06:49 WIB
Reporter : Hafidzah
Editor : Purnama Sakti

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita-cerita unik yang diwariskan secara turun-temurun. Selain cerita rakyat dan legenda, ada pula berbagai mitos yang sejak dulu akrab dengan kehidupan masyarakat. 

Mitos-mitos ini biasanya mulai dikenalkan sejak anak-anak melalui nasihat dari orang tua atau kakek dan nenek. Tujuannya bukan sekadar menakut-nakuti, melainkan sebagai cara sederhana untuk mengajarkan kebiasaan baik, menjaga sopan santun, hingga mengingatkan tentang keselamatan.

Di Sumatera Barat, berbagai mitos masa kecil masih cukup dikenal hingga sekarang. Sebagian besar orang yang tumbuh di daerah ini pasti pernah mendengar larangan atau anjuran tertentu yang disertai dengan konsekuensi unik jika dilanggar, yang paling sering didengar diantaranya seperti:

1. Jangan duduk di tangga, nanti susah dapat jodoh

Orang tua biasanya mengatakan bahwa siapa saja yang suka duduk di tangga akan sulit mendapatkan jodoh atau rezeki. Kalimat tersebut memang terdengar menyeramkan bagi anak-anak, sehingga mereka pun memilih untuk segera berpindah tempat.

Jika dilihat dari sisi logika, mitos ini sebenarnya mengajarkan etika dalam kehidupan sehari-hari. Tangga merupakan jalur keluar masuk rumah yang selalu dilewati banyak orang, duduk di sana dapat menghalangi jalan dan membuat orang lain merasa tidak nyaman. 

BACA JUGA:Mitos Membuka Payung di Dalam Rumah, Benarkah Bisa Membawa Sial?

2. Jangan duduk di atas bantal atau menggunakan piring dan gelas sumbing

Mitos lain yang tidak kalah populer adalah larangan duduk di atas bantal karena dipercaya dapat menyebabkan bisulan. 

Kepercayaan ini juga banyak ditemukan di berbagai daerah lain di Indonesia, walaupun terdengar menakutkan, tujuan sebenarnya adalah mengajarkan anak-anak agar menghargai fungsi bantal sebagai alas kepala yang harus dijaga kebersihannya.

Selain itu, orang tua juga sering melarang anak-anak makan atau minum menggunakan piring maupun gelas yang sudah sumbing. Bukan karena benda tersebut membawa kesialan, tetapi demi menghindari risiko terluka, bagian yang retak atau pecah dapat melukai bibir maupun tangan saat digunakan. 

Dengan menyampaikan larangan dalam bentuk mitos, anak-anak biasanya akan lebih mudah mematuhinya.

BACA JUGA:Mitos Memelihara Burung: Benarkah Bisa Membawa Keberuntungan?

3. Jangan lupa membasahi piring setelah makan dan hindari mandi saat maghrib

Setelah selesai makan, banyak orang tua di Sumatera Barat mengingatkan agar piring dibasahi terlebih dahulu sebelum ditinggalkan. Konon jika tidak dilakukan, rezeki akan menjadi seret. 

Kategori :