Selain itu, jika Anda menerima pemberitahuan bahwa akun telah diakses dari perangkat yang tidak dikenal, ini adalah tanda yang jelas bahwa akun telah dibobol.
BACA JUGA:Cara Daftar BCA Mobile Banking Via HP, Lebih Mudah dan Praktis
4. Perubahan Data Tanpa Persetujuan
Seringkali, pelaku kejahatan dunia maya akan mengubah informasi pribadi di akun m-banking untuk mempersulit pemilik akun dalam mengembalikan akses.
Jika tiba-tiba Anda mendapati nomor telepon atau alamat email yang terdaftar pada akun bank berubah, segera laporkan hal tersebut kepada bank.
Biasanya, perubahan data ini dilakukan untuk mengarahkan pemberitahuan atau otentikasi ke kontak yang dikuasai pelaku.
5. Pemberitahuan dari Bank yang Tidak Dikenal
Biasanya, bank akan mengirimkan notifikasi resmi kepada nasabahnya. Namun, jika Anda menerima pesan dari pihak yang mengaku sebagai bank tapi terdengar mencurigakan atau meminta data pribadi seperti PIN atau OTP (One-Time Password), jangan langsung mengikutinya.
Pesan semacam ini biasanya merupakan bentuk phishing, yaitu upaya penipuan untuk mencuri informasi penting Anda. Pastikan untuk hanya merespons pesan yang berasal dari saluran komunikasi resmi bank.
BACA JUGA:Nasabah Perlu Tahu, Ini Cara Melihat SWIFT Code BCA di M-Banking untuk Transaksi Internasional
6. Ponsel Menunjukkan Perilaku Aneh
Jika aplikasi m-banking tiba-tiba menjadi lambat, sering keluar secara tiba-tiba, atau bahkan muncul aplikasi baru yang tidak dikenal, ini bisa menjadi gejala perangkat Anda terinfeksi malware.
Malware tersebut dapat digunakan untuk mencuri data pribadi dan informasi bank Anda.
Jika menemukan hal ini, segera lakukan scan perangkat dengan aplikasi antivirus dan pastikan tidak ada aplikasi mencurigakan yang berjalan di latar belakang.
BACA JUGA:Gelar Treasury Banking Summit, BRI Perkuat Kolaborasi bagi Pertumbuhan Perbankan Nasional