Iklan RBTV

Geger!!! Nelayan Temukan Harta Karun Rp 270 Miliar di Perairan Cirebon

Geger!!! Nelayan Temukan Harta Karun Rp 270 Miliar di Perairan Cirebon

Nelayan di perairan Cirebon pernah menemukan harta karun bernilai ratusan miliar--

NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Ada banyak harta karun tertanam di bumi pertiwi. Baik itu di tertanam di hutan, rawa, pegunungan maupun harta karun tertanam di dasar laut.

Namun harta karun itu bisa dikatakan nasib-nasiban untuk menemukannya. Ada orang yang sengaja melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Tapi ada juga orang yang secara tidak sengaja berhasil menemukannya.

Salah satunya penemuan harta karun di perairan Cirebon. Harta karun bernilai Rp 270 miliar itu ditemukan nelayan yang menebar jaring untuk menangkap ikan. 

Kisah penemuan harta karun ini bermula suatu pagi pada tahun 2003. Semuanya tidak ada yang menyangka jika di perairan yang setiap hari dilalui para nelayan ternyata menyimpan harta karun ratusan miliar. 

Nasib baik berpihak pada salah seorang nelayan. Ketika itu nelayan yang menemukan harta karun tersebut pertama kali merasakan hal aneh ketika jaring yang mereka tebar untuk menangkap ikan di laut dengan kedalaman sekitar 50 meter, tiba-tiba tersangkut. Dengan sekuat tenaga, nelayan ini menarik jaring.

BACA JUGA:2 Fitur KLAIM SALDO DANA GRATIS Rp 125 Ribu Anti Ribet

Saat jaring berhasil diangkat, bukan hanya ikan yang mereka dapat. Mereka juga menemukan keramik kuno. 

Temuan itu segera menyebar dari mulut ke mulut. Dari situlah, sejarah penemuan harta karun di laut Cirebon dimulai.

Kabar temuan harta karun turut tercatat oleh UNESCO. Penemuan harta karun itu kemudian dikenal sebagai The Cirebon Shipwreck, yang diyakini sebagai lokasi karamnya kapal dagang kuno yang membawa ribuan artefak lintas budaya.

“Pada tahun 2003, nelayan setempat menangkap keramik Cina di jaring ikan mereka di Laut Jawa Utara, Indonesia. Benda-benda ini merupakan bagian dari bangkai kapal yang dikenal sebagai bangkai kapal Cirebon yang tenggelam di Laut Jawa pada pergantian milenium pertama,” tulis Unesco di laman mereka.

BACA JUGA:10 Rekomendasi Hotel Murah di Jogja untuk Liburan Akhir Tahun, Fasilitas Lengkap

“Kapal dagang tersebut mengekspor sejumlah besar Yue yao (barang pecah belah Yue), porselen Cina yang diproduksi di wilayah kuno Yue, khususnya kendi Yue dengan perut buncit, mangkuk, piring, dan pembakar dupa, serta patung burung, rusa, dan unicorn. Beberapa keramik yang ditemukan kemungkinan digunakan sebagai persembahan keagamaan,” lanjut keterangan UNESCO.

Untuk mengevakuasi temuan itu, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Cosmix Underwater Research Ltd, sebuah perusahaan eksplorasi bawah laut. 

Operasi penyelaman dilakukan selama hampir dua tahun, dari 2004 hingga 2006.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: