Iklan RBTV

Sok Paling Berkorban saat Perang, PM Israel Benjamin Netanyahu malah Jadi Sasaran Bully

Sok Paling Berkorban saat Perang, PM Israel Benjamin Netanyahu malah Jadi Sasaran Bully

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menjadi sasaran bully--

"Ada orang yang terbunuh, keluarga yang berduka atas orang yang dicintai, saya sangat menghargai itu," kata Netanyahu, seperti dikutip The Guardian, Jumat (20/6/2025).

BACA JUGA:Dunia Menanti Israel Bangkrut karena Perang, Segini Biaya untuk Menangkis Rudal Iran

"Kita masing-masing menanggung biaya pribadi, dan keluarga saya tidak terkecuali," ujarnya. 

Komentar tersebut yang disampaikan dengan latar belakang Soroka Medical Center, disambut dengan cemoohan di dunia maya dan di seluruh spektrum politik Israel

Para kritikus menuduh Netanyahu tidak peduli secara emosional dengan realitas perang dan lebih mengutamakan citranya sendiri daripada penderitaan masyarakat. 

Israel mengatakan 24 warga sipilnya telah tewas sejauh ini dalam perang melawan Iran

Kelompok hak asasi manusia di AS memperkirakan jumlah korban tewas warga sipil Iran sedikitnya 263 setelah serangan udara mendadak Israel. 

Kemarahan publik meningkat setelah laporan menunjukkan Netanyahu berencana untuk mengambil cuti untuk pernikahan putranya, yang ditetapkan pada hari Senin meskipun permusuhan dan ancaman protes antipemerintah terus berlanjut. 

BACA JUGA:Donald Trump Terus Menggertak Ingin Serang Iran, Israel Merengek Minta Bantuan

Pernikahan tersebut awalnya direncanakan pada bulan November tetapi dibatalkan karena masalah keamanan. 

Anat Angrest, yang putranya disandera di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, menanggapi dengan tegas: "(Anak) saya telah berada di ruang bawah tanah Gaza yang mengerikan selama 622 hari sekarang," tulis Angrest di X.

Gilad Kariv, anggota Knesset dari Partai Demokrat, menyebut Netanyahu sebagai "narsisis tanpa batas", seraya menambahkan: "Saya mengenal banyak keluarga yang tidak dipaksa untuk menunda pernikahan, tetapi sekarang tidak akan pernah merayakan pernikahan yang seharusnya dilangsungkan." 

Kariv juga menepis pujian Netanyahu terhadap istrinya: "Para dokter yang meninggalkan rumah untuk shift malam adalah pahlawan," kata Kariv. 

BACA JUGA:Iran Tidak hanya Bikin Israel Ketar-ketir, tapi Amerika Serikat juga Takut, Ini Buktinya

"Para guru yang menjaga anak-anak kita tetap bersama melalui Zoom dan panggilan telepon adalah pahlawan," paparnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait