Sinyal Pembatasan Beli Pertalite Sangat Nyata, Ini Tandanya

Sinyal Pembatasan Beli Pertalite Sangat Nyata, Ini Tandanya

Sinyal Pembatasan Beli Pertalite Sangat Nyata, Ini Tandanya--

JAKARTA, RBTVCAMKOHA.COM – Rencana pembatasan pembelian BBM Pertalite sangat serius. Bahkan ancang-ancang pembatasan tersebut sudah dimulai sejak tahun lalu. 

BACA JUGA:Aturan Ketat Beli Pertalite Segera Berlaku, Cek STNK Kendaraan Anda

Tandanya semakin nyata setelah disahkannya APBN tahun 2023. Dalam postur APBN tahun ini, pemerintah mengurangi anggaran untuk subsidi BBM. Seperti diketahui Pertalite salah satu BBM yang masih disubsidi pemerintah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu mengatakan anggaran subsidi dan kompensasi energi, termasuk untuk bahan bakar minyak (BBM) tahun ini sebesar Rp 339 triliun. Dia juga memaparkan anggaran tersebut sebagai upaya untuk menekan harga BBM yang dipengaruhi harga minyak dunia, sehingga di Indonesia, harganya tidak terlalu tinggi bagi masyarakat. 

BACA JUGA:Bikin Mata Melotot, Video Menggoda Mirip Oknum Dewan

“Harga BBM kalau di luar negeri karena terjadi perang Rusia vs ukraina, meningkatnya bisa 2-3 kali lipat, di Indonesia kemarin naik 30 persen, karena kami mengalokasikan subsidi kompensasi Rp551 triliun 2022, tahun ini sebanyak Rp339 triliun,” ujarnya Sri Mulyani dalam Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia, Selasa (17/1/2023). 

Dibandingkan tahun lalu, subsidi untuk BBM berkurang Rp 212 triliun. Tahun lalu, dengan subsidi BBM RP 551,2 triliun pemerintah sudah kerepotan. Sedangkan tahun ini, dengan subsidi Rp 339 triliun sangat mungkin aturan pembatasan pembelian Pertalite dibatasi.  

BACA JUGA:Bengkulu Turun, Provinsi Termiskin di Indonesia Punya Tambang Emas

BACA JUGA:Ini Hukuman Pelaku Balap Liar di Bengkulu, Tidak Main-main

Pembatasan kendaraan yang bisa menggunakan Pertalite dilakukan karena perbedaan harga BBM subsidi dengan non subsidi sangat jauh. Perbedaan tersebut dikhawatirkan banyak pengendara yang selama ini menggunakan BBM non subsidi akan beralih ke BBM subsidi. Karenanya dengan pembatasan ini, harapan pemerintah BBM subsidi memang tepat sasaran.

BACA JUGA:KPU dan Bawaslu Bersatu di Acara Ini, Halid: Kami Full Team

Namun sisi lainnya, pembatasan pembelian Pertalite dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat. Mayoritas masyarakat kalangan ekonomi menengah dan belum berstatus aman secara ekonomi, memiliki kendaraan dengan kapasitas mesin 1.400 hingga 1.500 CC. Jika kendaraan jenis tersebut tidak bisa lagi menggunakan Pertalite, praktis pengeluaran untuk BBM masyarakat semakin meningkat dan dikhawatirkan berdampak menurunnya daya beli.

Tim Liputan

Sumber: