Iklan RBTV Dalam Berita

Petani Menjerit, Pemkab Bengkulu Utara Tak Berkutik Karena Alasan Ini

Petani Menjerit, Pemkab Bengkulu Utara Tak Berkutik Karena Alasan Ini

Petani di Bengkulu Utara lagi menjemur padi--

Abdul Hadi sendiri masih pesimis di Bengkulu Utara harga beli gabah kering tingkat tengkulak bisa mengimbangi harga beli pemerintah, apalagi Bulog saat ini hanya membeli setara beras, tidak menyerap setara gabah.

“Kecil kemungkinan kalau menurut saya, karena posisi di Bengkulu Utara, Bulog sendiri tidak menerima gabah, hanya menerima beras. Kalau saja bulog menerima gabah, saya rasa itu bisa terealisasi, karena akan ada persaingan harga antara bulog dengan tengkulak,” kata Abdul Hadi.

BACA JUGA:Kasasi Bandar Kermin Keluar, Putusan Lebih Rendah dari Banding

Maka dari itu, lanjut Abdul Hadi, ke depan perlu adanya pembahasan bersama antar lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, Bulog Provinsi Bengkulu, pengusaha penggiling padi dan gapoktan, yang membahas terkait harga gabah di daerah.

“Bagaimana caranya nanti kalau bisa pengusaha huller padi bisa memenuhi harapan pemerintah san petani,” demikian Abdul Hadi.

BACA JUGA:Bukan Kurir, Pemuda Bentiring Ini Ditangkap Polisi Saat Bawa Paket Terlarang

(Novan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: