PSU Pilkada Bengkulu Selatan, Siapa Lawan yang Paling Ditakuti Rifai Tajudin?
Rifai Tajudin dan pasangannya Yevri Sudianto--
BENGKULU SELATAN, RBTVDISWAY.ID – Pilkada Bengkulu Selatan akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang atau PSU. Keputusan Mahkamah Konstitusi, PSU ini harus dilakukan paling lambat 60 hari setelah keputusan MK yang disampaikan Senin (24/2).
Jika dilihat dalam kalender, artinya PSU Pilkada Bengkulu Selatan ini paling lambat harus dilaksanakan pada 24 April 2025 mendatang.
Ketentuan lainnya, berdasarkan keputusan MK Gusnan Mulyadi tidak dibolehkan untuk menjadi calon. Sedangkan pasangannya Ii Sumirat masih bisa menjadi calon namun harus berpasangan dengan orang lain.
Nantinya, dalam PSU ini tetap akan diikuti tiga pasangan calon. Selain Ii Sumirat dengan pasangan barunya nanti juga akan diikuti pasangan Rifai Tajudin-Yevri Sudianto dan pasangan Elva Hartati-Makrizal Nedi.
BACA JUGA:Setelah Putusan MK, Ini Pesan Rifai Tajudin untuk Masyarakat Bengkulu Selatan
Sebelumnya dalam pemungutan suara 27 November 2024 lalu, pasangan Gusnan Mulyadi-Ii Sumirat mendapat suara terbanyak. Disusul kemudian pasangan Rifai Tajudin-Yevri Sudianto dan pada urutan ketiga perolehan suara yakni pasangan Elva Hartati-Makrizal Nedi.
Dengan adanya PSU nanti, banyak orang berpandangan pasangan Rifai Tajudin-Yevri memiliki peluang yang besar untuk memenangkan Pilkada Bengkulu Selatan.
Namun konstelasi politik menjelang PSU Pilkada Bengkulu Selatan ini masih harus menunggu siapa yang akan diusung Partai Golkar, Nasdem dan PKS untuk menggantikan posisi Gusnan Mulyadi.
Rbtvdisway.id sempat menanyakan persiapan menghadapi PSU ini kepada Rifai Tajudin. Pertanyaannya adakah sosok yang dikhawatirkan Rifai Tajudin akan menjadi lawannya dalam PSU mendatang? Sosok yang menggantikan Gusnan Mulyadi.
BACA JUGA:Rifai Tajudin “Kami Tidak Menggugat Pak Gusnan”
“Kalau pertanyaannya siapa yang dikhawatirkan, berarti sama saja dengan siapa yang ditakutkan kan? Wah...kita tidak boleh takut. Siapa saja nanti silakan (menggantikan posisi Gusnan Mulyadi),” ujar Rifai.
Sebagai seorang politikus, Rifai menjelaskan dirinya harus siap siapapun yang menjadi lawan tandingnya.
“Ingat, pelaut itu tidak memilih laut (Apapun lautnya, seorang pelaut akan terus berlayar),” lanjut Rifai Tajudin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


