Hutan Terbakar, Masa Depan Indonesia Ikut Terbakar
Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.--
BACA JUGA:Bukan Yogyakarta, Ini Provinsi dengan Kampus Terbanyak di Indonesia
Ini bukan sekadar persoalan teknologi.
Ini adalah perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana.
Ke depan, kemampuan drone dapat dikembangkan dengan kapasitas angkut air yang semakin besar, kamera termal, sensor, sistem navigasi dan kecerdasan buatan.
Dengan demikian, drone bukan hanya menjadi "alat pemadam", tetapi menjadi bagian dari sistem manajemen karhutla dari hulu sampai hilir.
Dari memadamkan api menjadi mencegah api
Menurut saya, ada lima kebijakan yang harus diperkuat.
BACA JUGA:Sejarah Lomba Balap Kelereng, Permainan Sederhana yang Selalu Ada Setiap 17 Agustus
Pertama, membangun sistem deteksi dini karhutla berbasis satelit, drone, sensor dan kecerdasan buatan.
Kedua, memperkuat patroli masyarakat di kawasan rawan kebakaran, terutama menjelang dan selama musim kemarau.
Ketiga, menjadikan masyarakat sekitar hutan sebagai mitra utama penjaga hutan, bukan sekadar objek pengawasan.
Keempat, memberikan insentif ekonomi kepada masyarakat yang mampu menjaga kawasan hutan tetap hidup dan bebas kebakaran.
Kelima, melakukan restorasi pascakebakaran secara ekologis, bukan sekadar menanam pohon sebanyak-banyaknya.
Sebab menanam pohon belum tentu sama dengan memulihkan hutan.
BACA JUGA:Gandeng Polsek dan Baznas, Pemkab Seluma Mulai Bedah Rumah Pasangan Lansia di Ilir Talo
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

