Masih Soal Kisruh SMAN 5 Kota Bengkulu, Tim Hukum Temukan Puluhan Siswa Diduga Lulus Tanpa Ikuti Seleksi
Kisruh SMAN 5 Kota Bengkulu--
BENGKULU, RBTVDISWAY.ID – Polemik yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kota Bengkulu terus bergulir.
Saat ini Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu dan Kementerian HAM masih terus melakukan pemeriksaan.
Rabu pagi, sejumlah pihak mendatangi SMA Negeri 5 Kota, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Ombudsman Bengkulu, Kementerian HAM Kanwil Sumatera Selatan wilayah kerja Bengkulu, serta pihak kuasa hukum ke-11 pelajar yang dikeluarkan pihak sekolah.
BACA JUGA:Letkol Laut (P) Nurwahidin Resmi Jabat Komandan Lanal Bengkulu
Keterangan Hartanto selaku kuasa hukum, pada saat pertemuan bersama Kementerian HAM, siswa yang dikeluarkan menyampaikan bahwa saat ini mereka dikucilkan.
Selain itu ada juga sebagian siswa yang awalnya tidak terdata di Dapodik, namun secara tiba-tiba terdata di Dapodik dan kemudian dipindahkan ke kelas yang berbeda dengan sebelumnya.
Ditambahkan Hartanto, hasil penyelidikan pihaknya menemukan puluhan siswa dinyatakan lulus, padahal puluhan siswa itu diduga tidak mengikuti seleksi sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:Kabar Gembira! KAI Beri Diskon 20 Persen, Catat Tanggal dan Syaratnya
Sementara itu, akibat polemik ini, dari 72 siswa yang dikeluarkan, sebanyak 38 orang masih bertahan bersekolah di SMAN 5, termasuk 11 di antaranya yang mempercayakan agar kasus ini dapat tuntas melalui kuasa hukum.
“Yang ada sudah di Dapodik keluar, itu lebih parah. Kami juga punya data. Anak-anak klien kami ini memeriksa data yang katanya 35 orang per kelas. Itu data di Dapodik, bahkan ada yang tidak ikut tes. Klien kami 11 orang ini ikut tes, bahkan berprestasi,” ujar Hartanto, kuasa hukum 11 siswa yang dikeluarkan.
BACA JUGA:Suka Minum Air Kemasan? Hati-hati Ini Deretan Risikonya
Sementara itu, Staf Pelayanan dan Kepatuhan Kementerian HAM wilayah kerja Sumsel dan Bengkulu, Agri Baskara, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti polemik tersebut, khususnya bagi siswa yang dikeluarkan tanpa alasan yang jelas. Ditambah lagi polemik yang terjadi di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu saat ini sudah menjadi perhatian Kementerian HAM RI.
“Dugaan pelanggaran HAM ini sudah jadi berita viral. Anak SMA 5 dikabarkan tidak ada data di Dapodik sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan di sini. Untuk laporan sudah kami terima dari anak-anak dan orang tua, dan akan kami proses serta tindak lanjuti,” ujar Agri Baskara
Adrian M Yusuf
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


