Hati-hati Pecinta Gorengan, Ini 4 Bahaya yang Mengintai Kesehatanmu, Sebaiknya Dikurangi
Bahaya terlalu sering konsumsi gorengan--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Siapa tak suka gorengan? Hampir semua kalangan menyikai cemilan satu ini.
Bagi orang Indonesia, gorengan adalah makanan populer yang sangat disukai karena rasanya yang gurih, renyah, dan harganya pun juga terjangkau.
BACA JUGA:Ratusan Peserta Ikuti RB RUN 5K Meriahkan HUT ke-24 Harian Rakyat Bengkulu
Menikmati gorengan tidak ada ketentuan waktu, banyak yang menyukainya untuk menjadi teman kopi atau segelas teh sebagai sarapan pagi. Namun ada juga yang menyukainya saat malam hari sebagai hidangan ketika berkumpul dengan keluarga.
Makanan atau lebih akrabnya disebut cemilan ini dibuat dengan cara menggoreng berbagai macam bahan seperti sayuran, daging, atau buah-buahan yang dilumuri adonan tepung.
Gorengan dapat ditemukan dengan mudah di pedagang kaki lima, warung, hingga restoran. Tak hanya pagi, siang hingga bahkan larut malam pun masih akan banyak yang menjual gorengan.
BACA JUGA:Masih Soal Kisruh SMAN 5 Kota Bengkulu, Tim Hukum Temukan Puluhan Siswa Diduga Lulus Tanpa Ikuti Seleksi
Namun, meskipun memiliki rasa yang gurih serta nagih, mengonsumsi gorengan secara berlebihan sangat tidak dianjurkan, terutama untuk menjaga Kesehatan tubuh.
Mengonsumsi makanan tinggi lemak terutama lemak jenuh, seperti pada gorengan terlalu sering tentu saja akan menyebabkan penimbunan lemak pada organ dan pembuluh darah.
Sehingga, dapat menyebabkan aliran darah dapat terganggu, bila terjadi pada jantung dapat menyebabkan serangan jantung, atau bila terjadi di otak dapat terjadi penyumbatan di pembulih darah otak hingga menyababkan stroke.
BACA JUGA:Fenomena Langit Merah di Aceh Bikin Heboh, Benarkah Matahari Jatuh?
Namun, tidak hanya sebatas itu saja bahaya mengonsumsi gorengan secara berlebihan. Berikut ini adalah beberapa bahaya makan gorengan bagi tubuh yang penting untuk dipahami, antara lain:
1. Menyebabkan kelebihan berat badan
Mengonsumsi tepung dan minyak berlebihan tentu saja dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak, sehingga kalorinya akan menjadi lebih tinggi.
Nah, jika semakin tinggi asupan kalori harian seseorang, maka akan semakin tinggi pula risiko ia untuk mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas.
Kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng akan memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Lemak ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan penyimpanan lemak.
BACA JUGA:Pentas Narasi HUT Rakyat Bengkulu Ke-24 Ambyarrr! NDK AKA Sukses Bius Ribuan Penonton
2. Memicu penyakit jantung
Seperti diulas sebelumnya, bahaya makan gorengan berlebihan selanjutnya adalah dapaat menyebabkan penyakit jantung. Sebab, gorengan dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Tak hanya itu, minyak goreng yang mengandung banyak lemak trans sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Peningkatan kolseterol ini bisa menjadi akar dari berbagai gangguan pada jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
3. Memperbesar risiko munculnya kanker
Siapa yang masih belum percaya jika gorengan dapat memicu penyakit kanker? Yup, bahaya makan gorengan satu ini memang tidak bisa diremehkan.
Bahaya ini bisa muncul akibat makanan bertepung, seperti kentang goreng atau ayam goreng tepung yang akan mengandung akrilamida lebih tinggi ketika terpapar suhu tinggi. Jika terlalu banyak dan sering dikonsumsi, zat ini diduga bisa menyebabkan beberapa jenis kanker, seperti kanker ovarium.
BACA JUGA:Siapa Sebenarnya Sosok Laras Faizati yang Ditangkap Atas Tuduhan Penghasutan?
4. Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2
Terakhir, makanan yang diolah dari tepung yang di goreng akan lebih banyak mengandung kalori, karbohidrat, serta lemak tidak sehat.
Terlalu banyak lemak dalam makanan tidak hanya dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Bahayanya, hal ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Bagaimana, apakah penikmat gorengan masih yakin ingin menjadikan makanan atau cemilan ini sebagai hidangan wajib pagi atau sore hari? Alih-alih menggoreng makanan, agar tubuh jauh lebih seghat, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang di panggang atau rebus.
BACA JUGA:Mengintip Gaji Pasukan Putih DKI Jakarta yang Menggiurkan
Selain itu, akanan yang dipanggang juga bisa menjadi renyah dan sama lezatnya dengan gorengan jika sebelum memanggangnya, terlebih dahulu dilapisi makanan dengan bumbu atau rempah-rempah agar rasanya lebih lezat.
Namun, jika tetap ingin mengonsumsi gorengan, sebaiknya buatlah sendiri gorengan di rumah daripada membelinya. Makan gorengan sebenarnya bukan tidak boleh sama sekali, melainkan harus dibatasi dan dibarengi dengan makanan sehat serta bergizi seimbang.
BACA JUGA:Pentas Narasi HUT Rakyat Bengkulu Ke-24 Ambyarrr! NDK AKA Sukses Bius Ribuan Penonton
Putri Nuhidayati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


