NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Stres tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa stres ketika menghadapi hal-hal yang membuat mereka tertekan, takut, bingung, atau merasa tidak nyaman.
Sayangnya, anak belum tentu bisa menjelaskan apa yang sedang dirasakannya, karena itu orangtua perlu memperhatikan perubahan kecil dalam perilaku dan keseharian anak.
BACA JUGA:4 Tanda jika Anda Sedang Stres, Lalu Apa yang Harus Dilakukan?
Ciri Anak Mengalami Stres
Beberapa ciri yang bisa terlihat ketika anak sedang mengalami stres antara lain.
• Perubahan perilaku
Anak yang biasanya tenang bisa menjadi lebih mudah marah, rewel, sensitif, atau sering menangis.
Pada beberapa anak, stres juga bisa membuat mereka kembali melakukan kebiasaan yang sebelumnya sudah ditinggalkan, seperti mengompol.
• Sering mengeluh sakit
Anak mungkin lebih sering mengatakan sakit kepala, sakit perut, atau merasa tidak enak badan, padahal setelah diperiksa tidak ditemukan masalah kesehatan yang jelas.
• Gangguan tidur
Anak yang sedang stres bisa mengalami kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, tidur terlalu banyak, atau mengalami mimpi buruk.
• Menarik diri
Anak bisa menjadi lebih pendiam dan memilih menghabiskan waktu sendirian, ia mulai menghindari teman, keluarga, atau kegiatan yang biasanya disukai.
• Sulit berkonsentrasi
Stres juga dapat membuat anak susah fokus saat belajar. Akibatnya, tugas sekolah menjadi lebih sulit dikerjakan dan nilai bisa ikut menurun.
BACA JUGA:Kalau sedang Stres Obatnya Bukan Nyemil atau Shoping, Ini 9 Makanan yang Disarankan saat Stres
Ada banyak hal yang bisa membuat anak mengalami stress, salah satunya adalah tekanan akademik.
Tugas sekolah yang terlalu banyak, nilai yang kurang baik, atau tuntutan untuk selalu mendapat hasil tinggi dapat membuat anak merasa terbebani.
Tekanan tersebut bisa semakin berat jika anak merasa takut mengecewakan orang tua atau gurunya.
Masalah dalam keluarga juga bisa menjadi penyebab. Pertengkaran orang tua, perceraian, kurangnya perhatian, atau perubahan dalam keluarga, seperti kehadiran anggota keluarga baru, dapat membuat anak merasa bingung dan tidak aman.