Sumpah Pasukan Iran untuk Israel, ‘Kami akan Buka Gerbang Neraka’

Selasa 17-06-2025,13:47 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

Namun, Teheran diketahui telah memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang kini nyaris tak berlaku. 

Kendati demikian, angka tersebut masih berada di bawah tingkat 90 persen yang diperlukan untuk memproduksi hulu ledak nuklir. 

Putaran pembicaraan nuklir antara Iran dan AS yang semula dijadwalkan digelar pada Minggu (15/6/2025) di Oman kemungkinan besar akan dibatalkan.

7. Reaksi Internasional 

Rentetan serangan tersebut memicu keprihatinan global. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian konflik, dengan menekankan bahwa perdamaian dan diplomasi harus menjadi jalan keluar. 

Negara-negara seperti Iran, Israel, Irak, Yordania, dan Suriah menutup wilayah udaranya. Sejumlah maskapai penerbangan juga membatalkan rute ke wilayah tersebut.

BACA JUGA:Israel Hancur, Rudal Iran Berhasil Bombardir Jantung Negara Israel

Perjalanan Permusuhan Iran Vs Israel

Kedua negara ini telah terlibat dalam permusuhan berdarah selama bertahun-tahun, yang fluktuasi intensitasnya bergantung pada peristiwa geopolitik.

Permusuhan keduanya merupakan salah satu sumber ketidakstabilan di Timur Tengah.

Bagi Teheran, Israel tidak punya hak untuk hidup. Para penguasa Iran menganggap Israel sebagai “setan kecil” sekaligus sekutu Amerika Serikat yang mereka sebut sebagai “setan besar”. Iran ingin keduanya menghilang dari Timur Tengah.

Di lain pihak, Israel menuduh Iran mendanai kelompok “teroris” dan melakukan serangan terhadap kepentingannya yang dimotivasi oleh sikap anti-Yahudi dari para ayatollah.

Persaingan antara dua “musuh bebuyutan” ini telah menimbulkan banyak korban jiwa, sering kali akibat tindakan rahasia yang tidak diakui oleh pemerintah mana pun.

Bagaimana permusuhan antara Israel dan Iran bermula?

Hubungan antara Israel dan Iran sejatinya cukup baik sampai ketika Revolusi Islam yang dikomandoi Ayatollah merebut kekuasaan di Teheran pada 1979.

Meski menentang rencana pembagian wilayah Palestina yang berujung pada berdirinya negara Israel pada 1948, Iran adalah negara Islam kedua yang mengakui pendirian Israel setelah Mesir.

Kategori :