Sumpah Pasukan Iran untuk Israel, ‘Kami akan Buka Gerbang Neraka’

Selasa 17-06-2025,13:47 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

Saat itu, Iran adalah negara monarki yang diperintah oleh Shah dari dinasti Pahlavi dan salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah.

BACA JUGA:Perang Iran Vs Israel Semakin Menggila, Apakah Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Aman?

Karena alasan ini, pendiri Israel dan kepala pemerintahan Israel pertama, David Ben-Gurion, berusaha menjalin persahabatan dengan Iran sebagai cara untuk melawan penolakan negara Israel oleh negara-negara tetangganya.

Namun pada 1979, Revolusi Ruhollah Khomeini menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. 

Salah satu ciri identitas utama Khomeini adalah menolak “imperialisme” Amerika Serikat dan sekutunya Israel.

Rezim Ayatollah Khomeini memutuskan hubungan dengan Israel, tidak lagi mengakui keabsahan paspor warga negara Israel, serta menyita bangunan Kedutaan Israel di Teheran untuk diserahkan kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang saat itu memimpin perlawanan Palestina terhadap pemerintah Israel.

Alí Vaez, direktur Program Iran di lembaga kajian International Crisis Group, mengatakan kepada BBC Mundo bahwa “permusuhan terhadap Israel adalah pilar rezim baru Iran karena banyak pemimpinnya telah mengikuti pelatihan dan berpartisipasi dalam perang gerilya bersama milisi Palestina di tempat-tempat seperti Lebanon. Mereka mempunyai simpati yang besar pada Palestina.”

Selain itu, Vaez yakin, "Iran yang baru ingin memproyeksikan dirinya sebagai kekuatan pan-Islam dan mengangkat perjuangan Palestina melawan Israel yang telah ditinggalkan oleh negara-negara Muslim Arab."

BACA JUGA:Jangan Panik! Begini Cara Agar DC Lapangan Akulaku Tidak Datang ke Rumah Saat Galbay

Dengan demikian, Khomeini mulai mengeklaim perjuangan Palestina sebagai perjuangannya sendiri. 

Sejak itu, demonstrasi besar-besaran pro-Palestina dengan dukungan resmi pemerintah Iran menjadi hal biasa di Teheran.

Vaez menjelaskan bahwa “di Israel, permusuhan terhadap Iran baru dimulai pada akhir 1990-an, karena sebelumnya Irak di bawah pemerintahan Saddam Hussein dianggap sebagai ancaman regional yang lebih besar.”

Buktinya, pemerintah Israel pernah menjadi salah satu negara yang memungkinkan terjadinya Iran-Contra, yaitu program rahasia Amerika Serikat untuk mengalihkan senjata ke Iran sehingga dapat digunakan dalam perang Iran melawan Irak antara tahun 1980 dan 1988.

Namun seiring berjalannya waktu, Israel mulai melihat Iran sebagai salah satu ancaman utama bagi keberadaannya. 

Permusuhan antara keduanya lantas berkembang dari perkataan hingga menjadi perbuatan.

“Perang bayangan” antara Israel dan Iran

Kategori :