Karomah Abuya Armin, Pernah Dorong Mobil Bung Karno Pakai Lidi

Karomah Abuya Armin, Pernah Dorong Mobil Bung Karno Pakai Lidi--
Kisah tersebut juga dibenarkan oleh cucunya Abuya Armin, H. Heri. Heri mengatakan kakenya malang melintang di tanah Arab untuk menambah pengetahuan tentang ilmu keagamaan. Di Mekkah, ia berguru kepada KH Hasan. Gurunya memberikan nama Hasan kepada kakeknya atas keilmuan dan kecerdasan yang dimiliki.
“Hasan itu tambahan dari gurunya KH Hasan asal Lekong, Banten kepada Abah (Abuya Armin)," katanya saat berbincang dengan detikcom di rumah pribadinya di Cibuntu-Pandeglang.
Setelah perjalanan panjang menimba ilmu selama 17 tahun di tanah Arab seperti, Mesir, Palestina, Siria, Libanon, Yordania, Turki, Qatar, Bahrain dan Irak. Kemudian Abuya Armin pulang kembali ke Cibuntu, Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk-Pandeglang. Di Cibuntu, kemudian ia mendirikan pondok pesantren.
Pada masanya banyak ratusan santri yang belajar kepada-nya. Proses belajar yang diberikan oleh Abuya Armin juga bisa dinikmati oleh masyarakat.
Banyak beberapa jamaah dari luar daerah yang mengikuti pembelajaran agama di pondok pesantren tersebut. Abuya mengajarkan banyak pelajaran kepada para santri, seperti kitab, Tafsir Al Qur'an hingga Tarekat Naqsyabandiyah.
“Ratusan santri belajar kitab, tafsir Al-Quran. Tarekat Naqsyabandiyah tiap malam Jum'at. Ka tampi sadanyana anu bade ngiring bae, (Diterima semuanya yang mau ikut)," ungkap Heri.
Heri mengatakan banyak tokoh-tokoh besar yang sering berkunjung ke Abuya Armin. Tokoh tersebut mulai dari Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, Wakil Presiden pertama Mohamad Hatta, Soeharto Presiden ke dua, dan Ali Sadikin Gubernur DKI Jakarta.
Menurutnya, kedatangan para tokoh tersebut ke Cibuntu untuk meminta nasihat atau petunjuk atau hanya sekedar bersilaturahmi. Heri menyebut para tokoh-tokoh tersebut merupakan teman seperjuangan kakek-nya.
"Mereka teman-teman seperjuangan, datang silaturahmi," katanya.
Pada 30 November 1988 Abuya menghembuskan napas terakhirnya di usia ke 108 tahun. Ia dikebumikan di komplek pesantren. Makamnya berada di bagian depan masjid yang dia bangun sendiri.
Berkat jasanya dalam memberikan ajaran agama Islam ke seluruh masyarakat di Pandeglang, sampai saat ini makamnya selalu ramai dihadiri oleh para peziarah.(tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: