Ketika Hati dan Pikiran Sempit karena Banyak Masalah, Baca Sholawat Ini

Sholawat saat banyak masalah--
Artinya, “Maka setelah aku membacanya, Allah melapangkan kesusahanku, dan memberiku melebihi harapanku dengan keagungan-Nya, kebaikan-Nya, dan berkah shalawat kepada Nabi Muhammad dengan sighat ini (shalawat Syifa).” (Yusuf an-Nabhani, Sa’adatud Darain, 2010, h. 323).
Tidak lama setelah shalawat ini diijazahkan kepada muridnya, tepatnya pada tahun 1308 di al-Quds oleh Syekh Hasan Abul Halawah, ia wafat dan meninggalkan sholawat ini bagi generasi setelahnya, sebagai pedoman dan bacaan agar bisa selamat hidup di dunia dan bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan.
Demikian sejarah singkat shalawat Syifa’ yang ditulis oleh Syekh Hasan Abul Halawah dengan memiliki banyak keutamaan dan faedah. Dengan mengetahuinya, semoga kita bisa membacanya dengan istiqamah.
BACA JUGA:Lagi Cari Kredit Rumah? Berikut Simulasi Perhitungan Cicilan Rumah, Bisa Menyesuaikan dengan Budget
Sholawat Syifa digubah oleh Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi merupakan salah satu ulama yang tidak diragukan lagi kewaliannya. Beberapa karamahnya sudah biasa disaksikan oleh masyarakat secara umum.
Ia memiliki derajat secara khusus dengan Allah SWT, dan memiliki jalinan interaksi secara khusus pula dengan Baginda Nabi Muhammad saw.
Syekh Yusuf al-Mur’asai mengatakan:
وَكَانَ الشَّيْخُ حَسَن مِنْ أَوْلِيَاءِ الْقُدْسِ الذِيْن وَقَعَ الْاِتِّفَاقُ
Artinya: “Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi merupakan bagian dari wali-wali (Allah) di al-Quds (Baitul Maqdis, Palestina), yang telah disepakati (kewalian dan karamahnya).” (Abu Yusuf, Natsrul Jawahir wad Durar fi ‘Ulamail Qurunir Rabi’ wal ‘Asyir, [Beirut, Darul Ma’rifah: 20018], halaman 203).
Kendati demikian, tidak ada catatan secara pasti dari para ulama ahli sejarah yang berhasil penulis temukan perihal tahun kelahirannya.
Sebab, sejak kecil Syekh Hasan lebih senang menyendiri, menghindar dari keramaian, dan hanya fokus beribadah kepada Allah, berdzikir, dan memperbanyak membaca sholawat kepada Rasulullah.
Hanya saja, para ulama sepakat bahwa ia memiliki darah kelahiran al-Quds Palestina, dan wafat pada tahun 1308 Hijriah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: