Iklan RBTV

Hujan Katak di Brazil, Ini 10 Fenomena Alam yang Bikin Ahli Bingung, Pertanda Terjadi Gempa?

Hujan Katak di Brazil, Ini 10 Fenomena Alam yang Bikin Ahli Bingung, Pertanda Terjadi Gempa?

Hujan katak, salah satu fenomena alam yang membuat ahli penasaran--

NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Fenomena hujan katak di Brazil beberapa waktu lalu mengundang sorotan para ahli level dunia. 

Walaupun ada penjelasan ilmiah tentang hujan katak di Brazil, namun tetap saja muncul teori-teori lain. 

Selain hujan katak di Brazil, masih banyak fenomena aneh alam yang membuat para ahli kebingungan.

Ada yang mengkaitkan beberapa fenomena alam sebagai pertanda akan terjadi gempa. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 10 fenomena aneh alam yang membingungkan para ahli.

1. Cahaya Gempa Misterius

Dari sisi misteri, kontroversi dan skala epik, tidak ada yang mengalahkan cahaya gempa yang muncul sebelum, pada saat atau setelah terjadinya lindu. Apa penyebabnya? Apakah fenomena itu nyata?

Fisikawan Italia, Cristiano Ferugia mendata laporan kemunculan cahaya gempa bahkan dari masa 2000 Sebelum Masehi.  Sejauh ini para ilmuwan bumi masih skeptis tentang fenomena aneh itu.

Namun pada tahun 1966, bukti kuat muncul dalam bentuk foto dari peristiwa gempa Matsushiro di Nagano, Jepang.

Cahaya dilaporkan muncul saat gempa terjadi kala itu, meskipun ada laporan sinaran itu muncul sebelum atau sesudah bumi berguncang. 

Bentuknya disebut mirip dengan aurora, dengan putih rona kebiruan. Kadang-kadang, cahaya itu dilaporkan memiliki spektrum warna yang lebih luas. Bisa berlangsung selama beberapa detik, sampai puluhan menit.

BACA JUGA:Geger Hujan Katak di Brazil, tapi Apakah Aman Kalau Dimakan? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena serupa terlihat saat fenomena gempa Peru, gempa  2009 di L'Aquila, Italia. Kemudian pada 2010 saat gempa bumi Chile.

Teori pun bermunculan. Ada yang menduganya akibat panas yang disebabkan oleh gesekan, gas radon, atau piezoelektrik - muatan listrik terakumulasi dalam batuan kuarsa saat lempeng tektonik bergerak.

Pada tahun 2003 fisikawan NASA  Dr. Friedemann Freund mengadakan eksperimen laboratorium yang menunjukkan, cahaya gempa disebabkan aktivitas elektrik di batuan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait