Iklan RBTV

Sakral Bagi Masyarakat Jawa, Malam Satu Suro Menurut Pandangan Islam dan Ustadz Adi Hidayat

Sakral Bagi Masyarakat Jawa, Malam Satu Suro Menurut Pandangan Islam dan Ustadz Adi Hidayat

Malam 1 suro menurut Ust Adi Hidayat--

Namun, bukan berarti bulan ini membawa kesialan. Justru sebaliknya, Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah dan dilarang untuk melakukan peperangan ataupun perbuatan buruk.

BACA JUGA:Mendadak Viral, Beckham Putra Tuai Sanjungan dari Media Jepang, Dijuluki “Isoko”

Bulan Muharram Bukan Bulan Kesialan

Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam Islam, bulan Muharram tidak ada hubungannya dengan malapetaka atau kesialan. 

Larangan-larangan dalam bulan ini seperti tidak boleh berperang, bukanlah pertanda sial, melainkan bentuk pemuliaan terhadap waktu yang istimewa. Justru umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik seperti puasa sunnah, zikir, dan memperbaiki diri.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Harus Benahi Ini Agar Mulus di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sayangnya, banyak masyarakat yang masih meyakini bahwa malam Satu Suro adalah malam sial. Contohnya, larangan menikah pada malam itu karena diyakini akan membawa rumah tangga yang tidak harmonis. 

Padahal menurut ajaran Islam, semua hari adalah baik dan tidak ada larangan untuk melangsungkan pernikahan kapan pun. Hari menjadi buruk bukan karena waktunya, tetapi karena perbuatan buruk yang dilakukan manusia.

BACA JUGA:DC Lapangan Kredivo Makin Luas, Berikut Daftar Wilayah Operasi Terbaru di 2025

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat, Semua Hari Itu Baik

Menurut Ustadz Adi Hidayat, tidak ada istilah hari buruk dalam Islam. Yang membuat suatu hari menjadi buruk adalah jika hari tersebut diisi dengan kemaksiatan. 

Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa Satu Suro adalah hari naas, maka itu merupakan bentuk su’udzon (berburuk sangka) kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Cara Mudah Menaikkan Limit Pinjaman Shopee, Rutin Pinjam dan Bayar Tepat Waktu

Dalam penjelasannya, Ustadz Adi juga menyebutkan bahwa istilah “Muharram” digunakan untuk menandai perbuatan yang diharamkan oleh agama seperti mencuri, berjudi, mabuk-mabukan, hingga zina. Semua itu adalah perbuatan Muharram dilarang keras oleh Allah. 

Maka jika seseorang ingin berhijrah atau memulai lembaran baru dalam hidupnya, Muharram adalah waktu yang tepat untuk meninggalkan semua hal yang dilarang Allah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: