Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Ternyata Juga Dialami Sahabat Nabi Muhammad saw, Penasarankan Sama Kisahnya
Arti tawakal kepada Allah Swt--
“Aku hanya ingin mengasihani Mughits,” jawab Rasulullah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda: “Aku hanya ingin menjadi perantara (syafi’).”
Kemudian Barirah menjawab,”Aku sudah tidak membutuhkannya lagi.”
BACA JUGA:Ini Rahasianya, 5 Cara Cepat Hamil dalam Satu Minggu setelah Menikah
Begitulah kehidupan, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu terwujud. Itu mengingatkan kita akan arti tawakal kepada Allah Swt dan mengingatkan kita tentang takdir Allah bahwa setiap yang dikehendaki Allah pastilah terjadi.
BACA JUGA:Kisah 10 Sahabat Perempuan Nabi Muhammad saw yang Ikut Serta Dalam Peperangan
Sebagaimana ayat berikut yang artinya “Segala apa yang telah engkau kehendaki Ya Allah pastilah terjadi walaupun aku tak menghendakinya, dan setiap yang kuinginkan, jika engkau tak menghendakinya terjadi, niscaya tidak akan pernah terjadi.”
BACA JUGA:Pasutri Muda, Ini 10 Rekomendasi Vitamin yang Dapat Membantu Cepat Hamil
Sebesar apapun usaha Mughits untuk kembali dengan Barrirah, jika Allah tidak menghendaki hati Barrirah untuk mencintai Mughits tentu ia tidak akan mencintai mughits. Tetapi tidak hanya kisah cinta mughits saja yang bertepuk sebelah tangan, kisah cinta Nabi Muhammad SAWpun juga pernah merasakan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
BACA JUGA:Hamil saat Usia Sudah Tua Bukan Mustahil, Ini Cara Cepat Hamil di Usia 40 ke Atas
Perjalanan rumah tangga Rasulullah dengan Khadijah kini sudah menjadi salah satu kisah cinta yang sangat romantis sepanjang massa. Namun, meski Rassulullah sangat mencintai Khadijah, perempuan mulia itu ternyata bukan cinta pertama Rasulullah melainkan Fakhitah yang merupakan Putri dari pamannya, Abu Thalib sekaligus sepupunya yang menjadi cinta pertama rassulullah.
BACA JUGA:5 HP Realme Termurah RAM 12GB Awal Tahun 2024 yang Support Aktivitas Multitasking
Ternyata sebelum Nabi Muhammad SAW melamar khadijjah ia juga sempat melamar Fakhitah, Namun keinginannya bersanding dengan sang sepupu untuk membangun rumah tangga tak tercapai. Karena lamarannya ditolak oleh pamannya sendiri, Abu Thalib. Rasa cinta Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Fakhitah sehingga beliau memohon kepada pamannya agar diizinkan untuk menikahi putrinya.
Abu Thalib pun menjelaskan apa alasan keputusannya menolak lamaran Rasulullah dan malah menikahkan Fakhtitah atau di sebut Umm Hani dengan Hubayrah, ternyata demi menjaga hubungan baik kedua belah pihak, sesuai tradisi arab kala itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: