Iklan RBTV

Ternyata Sebelum Karam, KM Tiga Putra 3 Kali Mati Mesin, 8 Penumpang Meninggal Dunia

Ternyata Sebelum Karam, KM Tiga Putra 3 Kali Mati Mesin, 8 Penumpang Meninggal Dunia

Terungkap, sebelum tenggelam KM Tiga Putra tiga kali mati mesin--

BENGKULU, RBTVDISWAY.ID – Satu per satu fakta dalam kecelakaan  kapal wisata KM Tiga Putra, terungkap. Informasi terbaru yang disampaikan tim gabungan yang melakukan penyelidikan, ternyata sebelum kapal tenggelam, mesin kapal sempat tiga kali mati.

Hal ini disampaikan Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Menurut Herwan, tiga kali mati mesin itu terjadi saat kapal dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero.

Dijelaskan Herwan Antonil, Ketika mesin pertama kali mati, Nahkoda meminta ABK untuk memeriksa mesin, termasuk BBM-nya. Setelah diperiksa, mesin kembali menyala dan perjalanan dilanjutkan.

BACA JUGA:Nahkoda dan ABK Kapal KM Tiga Putra Sudah Diamankan Polisi, Bagaimana Statusnya Sekarang?

Tidak lama kemudian, mesin kembali mati. Nahkoda kembali meminta ABK melakukan pemeriksaan dan mesin berhasil dinyalakan lagi.

Ketiga, mesin kapal mati saat hampir tiba di Pantai Malabero. Sama seperti sebelumnya, Nahkoda meminta ABK untuk mengisi BBM. 

Saat ABK akan mengisi BBM, tiba-tiba kapal semakin miring hingga akhirnya karam. 

Nahkoda dan ABK Masih Saksi

Pasca kecelakaan kapal wisata KM Tiga Putra, pihak kepolisian yakni Polresta Bengkulu telah mengamankan 6 orang. Mereka ini adalah nahkoda sekaligus pemilik kapal serta 5 orang ABK.

BACA JUGA:Cara Terbaru Cairkan Dana KUR BRI 2025 Pinjaman Rp 10-Rp 100 Juta, Cek Cicilannya

Setelah diamankan, bagaimana status mereka sekarang? Penjelasan Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Sudarno, keenam orang ini masih berstatus saksi.

Dilanjutkan Kapolresta, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan KSOP dan Ditjen Perhubungan Laut (Kemenhub).

"Kapten kapal dan ABK masih kita periksa sebagai saksi. Kita akan mintai keterangan KSOP dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," kata Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Sudarno.

Enam orang yang telah diamankan itu, Edi Susanto sebagai nahkoda dan pemilik kapal. Kemudian 5 ABK yakni bernama Rahmad, Andri, Yandi, Dedek dan Fandi. Sementara itu, berkaitan dengan tragedi kapal tenggelam, polisi sudah memeriksa 21 saksi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait