Iklan RBTV Dalam Berita

Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy, Sahabat Nabi yang Mendapati Keinginan Menjadi Syahid

Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy, Sahabat Nabi yang Mendapati Keinginan Menjadi Syahid

Ilustrasi. kisah Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy--

 

Saat dalam perjalanan menuju Al Yamamah, Thufail bermimpi dan ia berkata kepada para sahabatnya: “Aku mendapatkan sebuah mimpi, ta’birkanlah oleh kalian mimpi tersebut untukku!” Para sahabatnya bertanya: “Apa mimpimu itu?” Ia menjawab: “Aku bermimpi bahwa kepalaku dicukur, dan ada seekor burung keluar dari mulutku, dan ada seorang wanita yang memasukkan aku ke dalam perutnya. Dan anakku ‘Amr mengejarku dengan cepat namun ada penghalang diantara kami.” Para sahabatnya berkata: “Mungkin akan membawa kebaikan.” 

 

Thufail berkata: “Demi Allah aku telah mencoba mentakwilkannya: adapun kepalaku yang tercukur itu berarti bahwa ia akan terpotong. Sedangkan burung yang keluar dari mulutku maka itu adalah ruhku. Adapun wanita yang memasukkan aku ke dalam perutnya adalah bumi dimana aku dikuburkan. Aku berharap dapat terbunuh sebagai syahid. Sedangkan anakku yang mengejar diriku itu berarti bahwa ia juga mencari kesyahidan seperti yang akan aku dapatkan –jika Allah mengizinkan- akan tetapi ia akan mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya. 

 

BACA JUGA:Kisah Malaikat Mikail Berhenti Tersenyum dan Diperintahkan Allah Menahan Matahari yang Mau Terbit

Dalam peperangan Al Yamamah seorang sahabat agung yang bernama Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy tertimpa ujian yang begitu besar, sehingga ia jatuh tersungkur sebagai seorang syahid di medan perang. Sedangkan anaknya yang bernama ‘Amr masih terus berperang sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan luka dan telapak tangan kanannya putus.  Ia pun kembali ke Madinah dari Al Yamamah tanpa ayah dan telapak tangannya.

 

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ‘Amr bin Thufail datang menghadap. Saat itu Umar sedang mendapat makanan, dan banyak orang yang berada di sekelilingnya. Umar mengajak semua orang tadi untuk menikmati makanannya. ‘Amr menolak undangan makan itu. Umar lalu berkata kepadanya: “Apa yang terjadi denganmu. Apakah engkau tidak mau makan karena merasa malu karena tanganmu.” 

 

Ia menjawab: “Benar, ya Amirul Mukminin.” Umar berkata: “Demi Allah, aku tidak akan mencicipi makanan ini hingga ia tersentuh oleh tanganmu yang buntung itu. Demi Allah tidak ada seorangpun di kaum ini yang sebagian anggota tubuhnya berada di surga selain kamu, (maksudnya adalah tangan ‘Amr).

 

Impian untuk mendapatkan syahadah (mati syahid) terus membayangi ‘Amr sejak ia berpisah dengan ayahnya. Begitu perang Yarmuk meletus, ‘Amr segera menyambutnya dengan orang-orang lain yang bersemangat. Ia terus saja berperang sehingga ia mendapatkan syahadah seperti yang didapatkan ayahnya. 

 

Semoga Allah merahmati Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy; dia adalah seorang syahid ayah dari seorang syahid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: